IHSG Ambles 2 Persen, Sentimen Perang AS-Israel vs Iran Tekan Pasar Saham
IHSG berpotensi menguji support 8.100–8.150, jika bertahan, peluang technical rebound terbuka dengan resistance 8.350–8.400.
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- IHSG melemah 2,04 persen ke 8.067,35 pada awal perdagangan, tertekan sentimen konflik AS-Israel dan Iran. Sebanyak 662 saham turun, transaksi Rp7,47 triliun.
- Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai risiko panic selling besar terbatas kecuali ada eskalasi yang ganggu stabilitas energi global.
- IHSG berpotensi menguji support 8.100–8.150. Jika bertahan, peluang technical rebound terbuka dengan resistance 8.350–8.400.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 2 persen pada perdagangan Senin (2/3/2026) pagi.
Tercatat, IHSG dibuka melemah ke level 8.092,90 dari posisi penutupan perdagangan Jumat (27/3/2026) di posisi 8.235,49
Pelemahan indeks makin dalam, sekitar pukul 09.22 WIB berada di posisi 8.067,35 atau melemah 2,04 persen.
Baca juga: Pilihan Saham Berpotensi Kasih Cuan Saat IHSG Diramal Melemah Akibat Perang Israel-AS Vs Iran
Tercatat, IHSG sejak dibuka bergerak pada rentang 8.039,51 sampai 8.132,09.
Artinya, Indeks hingga pukul tersebut sama sekali belum menyentuh zona hijau.
Adapun nilai transaksi mencapai Rp7,47 triliun dengan melibatkan 13,13 miliar lembar saham.
Ada 662 saham melemahm 78 saham naik, dan 219 saham stagnan.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, pecahnya konflik AS-Israel dan Iran menjadi sentimen negatif jangka pendek bagi pasar, termasuk IHSG.
"Untuk panic selling besar-besaran, kemungkinannya relatif terbatas kecuali terjadi eskalasi lanjutan yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global, seperti gangguan serius pasokan energi dunia," ungkap Reza, Minggu (1/3/2026).
Reza memprediksi IHSG akan bergerak dengan support di area 8.100–8.150 pada awal pekan.
Jika tekanan global cukup besar, bukan tidak mungkin IHSG menguji area tersebut pada awal sesi.
Namun selama level ini bertahan, peluang technical rebound tetap terbuka. Resistance terdekat berada di kisaran 8.350–8.400.
Secara umum, IHSG berpotensi volatil dan menguji support pada awal perdagangan. Jika sentimen memburuk, indeks bisa turun di bawah 8.100. Namun tanpa eskalasi lanjutan, peluang rebound tetap ada.
"Risikonya ada, tetapi belum mengubah tren secara signifikan," tandas Reza.
Baca tanpa iklan