Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Lebaran Masih 2 Pekan Lagi, Harga Daging Sapi dan Cabai Rawit Sudah Meroket

Kenaikan harga daging dipicu permainan distributor, dan pemerintah siap mencabut izin usaha distributor menaikkan harga.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Lebaran Masih 2 Pekan Lagi, Harga Daging Sapi dan Cabai Rawit Sudah Meroket
Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
PEDAGANG DAGING SAPI - Ilustrasi. Harga daging sapi di Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, mencapai Rp140.000 per kilogram dari harga semula sebesar Rp130.000. 

Harga cabai rawit merah di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, naik dari Rp70 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram.

Kemudian, cabai merah keriting naik dari Rp70 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram.

Kemudian, di Pasar Jambu Dua Kota Bogor, Jabar, harga cabai rawit merah atau dikenal cabai jablay juga di kisaran Rp120 ribu.

"Cabai jablay masih di atas sekarang, Rp 110.000 sampai Rp 120.000," kata Bonang, salah satu pedagang di Pasar Jambu Dua Kota Bogor, dikutip dari TribunnewsBogor.com.

Sedangkan harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, di kisaran Rp82 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram.

Harga tersebut telah naik dibanding sebelumnya di bawah Rp80 ribu per kilogram.

Dikutip TribunBanyumas, harga cabai merah keriting juga mengalami kenaikan menjadi Rp32 ribu hingga Rp34 ribu per kilogram.

Rekomendasi Untuk Anda

Kata Menteri Pertanian

Menteri Pertanian dan juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman, menyebut harga daging sapi naik dalam beberapa waktu terakhir karena dipermainkan distributor. 

Amran mengatakan, middleman atau pelaku usaha di antara produsen dan pengecer menaikkan harga sumber protein tersebut. 

“Kami beritahu tadi, yang menaikkan ternyata middleman,” kata Amran saat ditemui di di Kompleks Gudang Bulog Kanwil DKI & Banten, Jakarta Utara, dikutip dari Kompas.com.

Menurutnya, pada masa Ramadaan dan menjelang Idul Fitri ini, para distributor menaikan harga daging sapi hingga Rp 22.000 sampai Rp 23.000 per kilogram dibanding hari biasa. 

Hal itu membuat harga daging sapi dan daging ayam di tingkat pengecer dijual di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) Konsumen. 

Adapun Bapanas menetapkan, harga HAP daging sapi paha belakang Rp 140.000 per kilogram. Sementara, daging ayam ras Rp 40.000 per kilogram. 

Amran menegaskan, praktek tersebut tidak bisa dibenarkan. Sebab, produsen daging sapi maupun daging ayam tidak menaikkan harga jual dan mematuhi HAP Produsen. 

Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah tegas mencabut izin usaha para distributor nakal tersebut. 

“Segel, tutup. Aku yang tanggung jawab,” ucap Amran.

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas