Dukung Ketahanan Siber, ISACA Indonesia Gelar Sesi Diskusi Bersama Eks Mendag Muhammad Lutfi
Daya saing Indonesia sangat bergantung pada fondasi tata kelola yang kuat, integritas sistem informasi, serta ketahanan terhadap risiko siber.
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- ISACA Indonesia mendukung tata kelola teknologi informasi, manajemen risiko dan ketahanan siber nasional dengan menggelar sesi diskusi dengan mantan Mendag Muhammad Lutfi.
- Diskusi mengupas percepatan digitalisasi yang telah mengubah lanskap perdagangan nasional dan global yang diikuti adopsi teknologi dan penguatan aspek governance serta risk management.
- Daya saing R sangat bergantung pada fondasi tata kelola yang kuat, integritas sistem informasi, serta ketahanan terhadap risiko siber.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ISACA Indonesia Chapter menyelenggarakan rangkaian Annual General Meeting (AGM) 2026 yang diawali dengan Monthly Talk & Sharing Session (MTS) di Jakarta secara hybrid, Rabu, 5 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen ISACA Indonesia dalam mendukung tata kelola teknologi informasi, manajemen risiko dan ketahanan siber nasional.
Sesi MTS menghadirkan mantan Kepala BKPM/mantan Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dan dipandu Harun Al Rasyid, President ISACA Indonesia.
Baca juga: Frekuensi Belanja Online Tinggi di Momen Ramadan, Pakar Siber Bongkar Cara Hindari Penipuan Digital
Sesi ini mengangkat tema “Transformasi Perdagangan Indonesia di Era Digital dan Ekonomi Berbasis Teknologi” mengupas percepatan digitalisasi telah mengubah lanskap perdagangan nasional dan global.
Transformasi tersebut tidak hanya menuntut adopsi teknologi, tetapi juga penguatan aspek governance, risk management, compliance, serta kesiapan sumber daya manusia.
Dalam diskusi ditekankan bahwa daya saing Indonesia di era ekonomi digital sangat bergantung pada fondasi tata kelola yang kuat, integritas sistem informasi, serta ketahanan terhadap risiko siber.
Peran asosiasi profesi menjadi penting dalam membangun standar kompetensi, memperkuat ekosistem GRC (Governance, Risk, and Compliance), serta mendorong kolaborasi lintas sektor.
Isu mengenai keamanan dan ketahanan digital nasional juga menjadi perhatian, mengingat meningkatnya kompleksitas ancaman siber dan urgensi membangun cyber resilience yang terintegrasi.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan asosiasi profesi dinilai sebagai kunci dalam menjaga kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi berbasis teknologi.
Annual General Meeting 2026
Setelah sesi MTS, kegiatan dilanjutkan dengan Annual General Meeting (AGM) ISACA Indonesia. Dalam forum ini, pengurus menyampaikan laporan tahunan kepada seluruh member, meliputi capaian program kerja, perkembangan organisasi, serta rencana strategis ke depan.
AGM menjadi wujud transparansi dan akuntabilitas organisasi sekaligus ruang partisipatif bagi para member dalam memperkuat arah kontribusi ISACA Indonesia di tengah dinamika transformasi digital.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi buka bersama yang semakin mempererat kebersamaan komunitas.
Melalui kegiatan ini, ISACA Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi organisasi strategis dalam penguatan tata kelola TI, manajemen risiko, audit sistem informasi, serta ketahanan digital Indonesia di era ekonomi berbasis teknologi.
Selama ini ISACA Indonesia Chapter menjadi organisasi professional non-profit yang berfokus pada pengembangan dan tata kelola sistem informasi serta manajemen risiko dan kepatuhan di Indonesia.
Dengan berbagai inisiatif dan program edukasi, ISACA Indonesia Chapter terus mendukung para profesional TI dalam menghadapi tantangan industri yang dinamis dan berkembang pesat.
Baca tanpa iklan