Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Porsi EBT Capai 46 Persen, DEN Berharap Perusahaan Tambang BUMN Jadi Early Mover

Pemerintah menargetkan bauran energi baru terbarukan mencapai 23% pada 2030 dan 46% pada 2045.

Penulis: Erik S
zoom-in Porsi EBT Capai 46 Persen, DEN Berharap Perusahaan Tambang BUMN Jadi Early Mover
Istimewa
INDUSTRI PERTAMBANGAN - Dewan Energi Nasional mendorong perusahaan tambang BUMN menjadi penggerak awal dekarbonisasi sektor energi. 
Ringkasan Berita:
  • Dewan Energi Nasional mendorong perusahaan tambang BUMN menjadi penggerak awal dekarbonisasi sektor energi.
  • Pemerintah menargetkan bauran energi baru terbarukan mencapai 23 persen pada 2030 dan 46% pada 2045.
  • Saat ini realisasi EBT Indonesia masih sekitar 15,75%, sementara grup MIND ID telah mencapai sekitar 39%.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong perusahaan tambang pelat merah menjadi penggerak awal atau early mover dalam upaya dekarbonisasi sektor energi berbasis mineral dan batubara (minerba). 

Sekretaris Jenderal DEN Dadan Kusdiana mengatakan, pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) 40 Tahun 2025 tentang kebijakan energi nasional (PP KEN) pada tanggal 15 September 2025. 

Hal ini dilakukan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi dalam RPJMN 2025-2029 sebesar 8% serta RPJPN 2025-2045 dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 6% hingga 7%.

Baca juga: IAGI Dorong Kepastian Operasional Tambang di Batang Toru, Tekankan Penerapan Good Mining Practice

Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian, dan ketahanan energi nasional menuju swasembada energi. Selain itu, peraturan anyar ni sekaligus memenuhi komitmen Indonesia dalam dekarbonisasi sektor energi untuk memperkuat pertahanan iklim nasional serta mendukung pembangunan ekonomi hijau. 

"Sektor mineral dan batubara berperan strategis tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan energi domestik dan industri saat ini, tetapi juga dalam menyiapkan pondasi menuju sistem energi yang lebih bersih," ujar Dadan dalam acara Sarasehan dan Sosialisasi DEN di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Inisiatif energi bersih ini dilakukan melalui pemadatan hilirisasi batubara serta pemanfaatan mineral penting seperti nikel, kobalt, tembaga, aluminium, dan mangan untuk teknologi energi bersih dan baterai. Ia pun juga menyinggung soal pengembangan logam hijau dalam industri Energi Baru Terbarukan (EBT) Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih jauh, Dadan melihat, keberhasilan pengelolaan energi nasional dan transisi energi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat seluruh pemangku kepentingan. Diantaranya, pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha yang didalamnya termasuk holding pertambangan nasional, MIND ID, hinga lembaga penelitian dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). 

"(Mereka mesti berada) dalam suatu ekosistem terintegrasi untuk mendorong pembiayaan, inovasi, pengembangan SDM, penerapan teknologi bersih, dan peningkatan kesadaran masyarakat demi memperkuat ketahanan energi nasional ke depan," jelasnya. 

Dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) terbaru, target bauran energi baru terbarukan (EBT) dibidik sebesar 23% pada 2030 dan hingga 2045 dibidik proporsinya sebesar 46%. Sementara realisasi bauran energi dari EBT sepanjang tahun 2025 mencapai 15,75%.

Secara rinci realisasi kapasitas pembangkit EBT dari hidro sebesar 7.587 MW, Bioenergi 3.148 MW, Panas Bumi 2.744 MW, Surya 1.494 MW, Gasifikasi Batubara 450 MW, Angin 152 MW, Sampah 36 MW, dan lainnya sebanyak 18 MW.

Grup MIND ID sendiri mencatat bauran EBT telah mencapai sekitar 39?ri total konsumsi energi 46 juta Gigajoule. Capaian ini dinilai menjadi salah satu yang terbesar di banding perusahaan listrik dan minyak & gas (migas) lainnya. 

"Tadi disampaikan bahwa 39% sudah energi terbarukan. Jadi sebetulnya ini kami mulai dari posisi yang paling bagus mungkin, ya. 39?T di satu grup itu besar Pak. Itu PLN pun kalah, Pertamina pun di bawahnya," ujar Dadan dalam kesempatan yang sama.

Dengan capaian ini, perusahaan tambang BUMN diharap tidak sekadar menjadi produsen komoditas, tetapi juga dapat mewujudkan agenda transisi energi dan ketahanan energi nasional secara bertahap dan berkelanjutan.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas