Jangan Panik, Pertamina Jamin Stok BBM Tetap Melimpah di Atas 21 Hari
Rahasia di balik stabilnya pasokan ini terletak pada Pertamina Digital Hub, sistem pengawasan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Penulis:
Dodi Esvandi
Editor:
Sanusi
Sebagai tindak lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah untuk meningkatkan kapasitas storage guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Upaya tersebut dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Arahan Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage supaya ketahanan energi kita ada. Storage-nya berapa lama? Insya Allah rencana sampai dengan tiga bulan," katanya.
Pernyataan Bahlil soal stok BBM tersisa 21 hari itu langsung viral dan menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Di beberapa wilayah bahkan telah terjadi antre BBM yang mengular akibat masyarakat yang panic buying.
Setelah kejadian ini viral, kini Bahlil pun menyampaikan klarifikasi soal ucapannya tersebut.
Bahlil menjelaskan, stok BBM yang ia maksud bukanlah cadangan untuk kondisi darurat, melainkan kemampuan daya tampung atau storage yang sudah dimiliki oleh Indonesia.
Eks Menteri Investasi itu menerangkan, minimal standar nasional stok BBM berada di kisaran 20-21 hari, sementara cadangan maksimalnya 25 hari.
"Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari," ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Dimana rerata ketahanan cadangan BBM secara nasional kata Bahlil, berada di level 21-23 hari.
Hal itu karena memang, Indonesia tidak memiliki storage atau tangki yang bisa menyimpan minyak untuk jangka waktu lebih panjang, atau dalam artian Indonesia memiliki keterbatasan storage.
Bahlil meminta agar informasi mengenai ketahanan stok BBM tidak disalahartikan sebagai sinyal darurat.
Ia memastikan persoalan yang dihadapi berkaitan dengan infrastruktur penyimpanan, bukan ketersediaan energi di dalam negeri.
Baca tanpa iklan