Ramadan, GAPKI & Forwatan Edukasi Sawit dan Distribusikan Sembako
Nilai ekonomi sektor hilir sawit diperkirakan mencapai Rp 750 triliun, setara dengan 3,5 persen Produk Domestik Bruto Indonesia.
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Sawit merupakan komoditas strategis Indonesia untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng dan sabun, hingga produk pangan serta sebagai bahan bakar biodiesel.
- Data Kementerian Perindustrian, nilai ekonomi sektor hilir sawit diperkirakan mencapai Rp 750 triliun, setara dengan 3,5 persen Produk Domestik Bruto Indonesia,
- Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) bersama industri sawit mengedukasi anak-anak panti asuhan tentang manfaat sawit sekaligus menyalurkan santunan berupa sembako di Depok, Jawa Barat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) bersama industri sawit mengedukasi anak-anak panti asuhan tentang manfaat sawit sekaligus menyalurkan santunan berupa sembako melalui melalui program ‘Sawit Berbagi, Ramadhan Penuh Makna’ di Depok, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan ini didukung Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) dan pelaku industri sawit seperti PT Astra Agro Lestari Tbk, Apical dan Wilmar Group, sebagai bentuk kepedulian industri sawit sekaligus meredam isu negatif tentang sawit yang kerap beredar di masyarakat.
Ketua Umum Forwatan Beledug Bantolo mengatakan, program ‘Sawit Berbagi, Ramadhan Penuh Makna’ merupakan agenda tahunan Forwatan bersama industri sawit sebagai wujud kepedulian kepada sesama.
Baca juga: Persoalan Memilih Bibit dan Teknik Perawatan Tanaman Masih Jadi Kendala Petani Sawit
“Jadi, enggak hanya di sini, nanti ada beberapa panti asuhan juga kita bagikan juga sembako dan sedikit rezeki dari kami,” ujar Bantolo dikutip Minggu, 8 Maret 2026.
Menurut Bantolo, sawit merupakan komoditas strategis Indonesia sebagai bahan baku kebutuhan pangan sehari-hari seperti minyak goreng dan sabun, hingga produk pangan seperti cokelat, es krim serta sebagai bahan bakar biodiesel.
“Produk sawit digunakan hampir sepanjang hari dalam kehidupan kita. Mulai dari sabun, minyak goreng, cokelat, hingga es krim, semuanya dibuat dari minyak olahan sawit,” ujar Bantolo.
Selain itu, sawit juga memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Menurut data Kementerian Perindustrian, nilai ekonomi sektor hilir sawit diperkirakan mencapai sekitar Rp 750 triliun, setara dengan sekitar 3,5 persen dari Produk Domestik Bruto Indonesia, termasuk nilai ekspor dan produk turunannya.
Bantolo yang juga Redaktur Pelaksana Agrofarm menekankan pentingnya menjaga kelestarian sawit sekaligus meluruskan berbagai kampanye negatif yang selama ini kerap dialamatkan kepada komoditas tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pemahaman bahwa sawit harus dilestarikan dan manfaatnya dijaga, jangan sampai keberadaannya di negeri kita dilupakan,” ujarnya.
Mochamad Husni, Media Relations Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menjelaskan, perusahaan sawit aktif menjalankan kegiatan tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung masyarakat sekitar.
“Kami tidak hanya mengolah sawit untuk dijadikan minyak goreng, sabun, mentega, atau pasta gigi, tetapi juga membagikan sebagian hasilnya melalui kegiatan sosial agar bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Husni.
Program yang dijalankan mencakup empat sektor utama, yaitu pendidikan, peningkatan ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.
“Di banyak perusahaan sawit, terutama di kebun-kebun luar Jawa, kegiatan sosial seperti ini rutin dilakukan. Ini bagian dari prinsip kami bahwa rezeki yang didapat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus dibagikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Dengan kegiatan ini, industri sawit berupaya membantu sekolah, meningkatkan ekonomi masyarakat, mendukung fasilitas kesehatan, dan menjaga lingkungan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara luas.