Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Indonesia Pionir Green Sukuk, Targetkan 100 GW Energi Surya untuk Net Zero

Indonesia berdiri di atas "harta karun" energi surya sebesar 3.000 gigawatt (GW), namun pemanfaatannya hingga kini masih minim. 

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Indonesia Pionir Green Sukuk, Targetkan 100 GW Energi Surya untuk Net Zero
HO/IST
Diskusi bertajuk “Green Sukuk untuk Transisi Energi” yang digelar oleh MOSAIC, Katadata, dan UIII di Jakarta, Selasa (10/3/2026). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia berdiri di atas "harta karun" energi surya sebesar 3.000 gigawatt (GW), namun pemanfaatannya hingga kini masih minim. 

Untuk memecah kebuntuan investasi, instrumen keuangan syariah seperti Green Sukuk kini diposisikan sebagai mesin utama dalam mendanai ambisi besar pembangunan 100 GW energi surya nasional.

Dalam diskusi bertajuk “Green Sukuk untuk Transisi Energi” yang digelar oleh MOSAIC, Katadata, dan UIII di Jakarta, Selasa (10/3/2026), terungkap bahwa pendanaan inovatif berbasis syariah bukan lagi sekadar alternatif, melainkan kebutuhan mendesak untuk dekarbonisasi.

Direktur Pembiayaan Syariah Kemenkeu, Deni Ridwan, menegaskan bahwa Indonesia bukan pemain baru. 

Sebagai pionir Green Sukuk di pasar global, instrumen ini terbukti efektif membiayai proyek hijau mulai dari transportasi rendah karbon hingga infrastruktur berkelanjutan.

"Proyek-proyek yang didukung Green Sukuk telah berkontribusi nyata menurunkan emisi karbon lebih dari 10 juta ton CO₂," ungkap Deni.

Selain dampak lingkungan, instrumen ini juga menjadi magnet bagi investor berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) yang pasarnya terus tumbuh di level internasional.

Baca juga: KB Bank Tingkatkan Kualitas Aset dan Pertumbuhan Kredit melalui Sukuk PT TBS Energi Utama Tbk

Menyatukan Profit dan Ibadah

Rekomendasi Untuk Anda

Satu terobosan yang mengemuka dalam forum tersebut adalah skema blended financing. 

Direktur Jasa Keuangan Sosial Syariah KNEKS, Dwi Irianti Hadiningdyah, mengusulkan penggabungan sukuk komersial dengan dana sosial seperti zakat dan wakaf.

Potensinya pun fantastis:

  • Potensi Zakat Nasional: Rp327 triliun/tahun.
  • Potensi Wakaf Uang: Rp180 triliun.

"Kita bisa mengawinkan sukuk dengan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). Dengan dana sosial yang besar ini, proyek energi terbarukan bisa berjalan lebih mandiri dan berkelanjutan," jelas Dwi.

Energi Surya Masuk Desa

Transisi energi ini tidak hanya soal angka di atas kertas, tapi juga soal piring nasi masyarakat. 

Tenaga Ahli Deputi Bidang Pengembangan Kementerian Koperasi, Roy Abimanyu, menyoroti bagaimana panel surya berbasis microgrid bisa menghidupkan ekonomi desa.

Di Pulau Sembur, Kepulauan Riau, misalnya, listrik surya direncanakan bukan hanya untuk lampu rumah, tapi untuk menghidupkan cold storage dan pabrik es bagi nelayan. 

"Akses energi adalah kunci produktivitas usaha kecil di pelosok," ujar Roy.

Tanggung Jawab Moral

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas