Kelakar Hashim Djojohadikusumo Titip Proyek Internet Murah di Program 3 Juta Rumah
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo berkelakar ingin menitipkan proyek internet murah di program 3 juta rumah.
Penulis:
Rizki Sandi Saputra
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo berkelakar ingin menitipkan proyek internet murah di program 3 juta rumah.
- Masyarakat penghuni rumah susun penerima program 3 juta rumah cukup membayar Rp100 ribu per bulan untuk fasilitas internet murah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menyampaikan kelakarnya ingin menitipkan proyek internet murah di program 3 juta rumah.
Hashim tidak menjelaskan secara rinci proyek internet murah tersebut berasal dari perusahaan jaringan mana.
Pernyataan itu dia sampaikan di acara perencanaan pembangunan rumah susun (rusun) subsidi oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Mulanya, Hashim berkelakar dirinya pernah memiliki pabrik semen. Dengan adanya program 3 juta rumah pabrik semen akan menjadi salah satu sektor industri yang diuntungkan.
"Sebetulnya saya dulu punya pabrik semen Pak Boby, tapi sudah dijual tahun 2001, terpaksa dijual. Saya ingat-ingat ini dengan program ini kalau saya punya pabrik semen, aduh... luar biasa (untungnya). Tapi sudah, sudah," kata Hashim disambut gelak tawa audiens yang hadir di lokasi.
Hashim menyatakan, sejatinya pernyataan itu hanya guyonan, sudah sepakat tidak akan melibatkan keluarga di program ini serta menyerahkan sepenuhnya kepada kontraktor yang ditunjuk pemerintah.
"Kita sudah sepakat dan saya sudah sepakat ya bahwa kalau saya pribadi dan keluarga saya tidak akan ikut andil ya, ini semua kontraktor-kontraktor kita tidak kaitan," ucap dia.
Setelah menyatakan hal demikian, adik kandung Presiden RI Prabowo Subianto itu menyatakan dirinya hanya menitip satu proyek saja, yakni internet murah.
Kata dia, melalui jaringan internet tersebut masyarakat penghuni rumah susun penerima program 3 juta rumah cukup membayar Rp100 ribu per bulan untuk fasilitas internet.
Hashim memastikan pihaknya membuka diri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan pengawasan.
"kecuali satu. Saya selalu terbuka, internet murah Pak Boby. 100 ribu per bulan bermanfaat. Mungkin saya titip nanti ya, tapi terbuka ya. BPK, BPKP, KPK nanti terbuka ya," tutur dia.
Baca juga: Atasi Backlog Perumahan, HIMPERRA Dukung Program Tiga Juta Rumah Prabowo
Hashim juga menyoroti soal kualitas konstruksi bangunan. Menurutnya, pemerintah wajib memberikan fasilitas tempat tinggal yang terbaik untuk warga mengingat banyaknya kontraktor yang menyelewengkan spesifikasi perumahan murah.
"Mengenai mutu. Saya mohon dengan sangat Pak, mutu jangan rakyat kita kecewa Pak ya. Ada banyak kasus-kasus saya dengar dari Pak Ara Sirait (Menteri PKP) perumahan rakyat seringkali itu diselewengkan Pak. Banyak sekali kasus," tandas dia.
Baca tanpa iklan