Jangan Terkecoh Profit, Ada Biaya Tersembunyi dalam Trading yang Bisa Gerus Keuntungan
Setiap posisi trading memiliki biaya yang tidak selalu terlihat secara langsung seperti biaya komisi, spread dan swap.
Penulis:
willy Widianto
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Di balik strategi yang tampak menjanjikan, terdapat sejumlah faktor tersembunyi yang kerap luput dari perhatian para trader instrumen keuangan termasuk forex, komoditas, saham, indeks dan kripto.
- Komponen biaya tersebut hanya sebagian kecil dari keseluruhan struktur biaya yang sebenarnya.
- Kondisi ini memunculkan fenomena slippage, yakni selisih antara harga yang diharapkan dengan harga eksekusi sebenarnya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah dinamika pasar keuangan yang semakin kompleks, banyak trader masih berfokus pada arah pergerakan harga dan kekuatan tren sebagai kunci utama meraih keuntungan.
Namun dibalik strategi yang tampak menjanjikan di atas kertas, terdapat sejumlah faktor tersembunyi yang kerap luput dari perhatian, padahal justru memiliki pengaruh besar terhadap hasil akhir trading.
Mulai dari spread, kecepatan eksekusi, hingga slippage, seluruh elemen ini secara perlahan dapat menggerus profit dan bahkan mengubah strategi yang semula efektif menjadi tidak lagi optimal dalam praktik nyata.
Dalam praktiknya, setiap posisi trading memiliki biaya yang tidak selalu terlihat secara langsung. Biaya-biaya seperti komisi, spread, swap, hingga biaya pembiayaan memang relatif mudah dikenali dan dibandingkan antar broker.
Menurut Bilal Sharqawi, Client Relationship Manager JustMarkets, platform penyedia akses ke berbagai instrumen keuangan termasuk forex, komoditas, saham, indeks dan kripto, komponen biaya tersebut hanya sebagian kecil dari keseluruhan struktur biaya yang sebenarnya.
“Ketika para trader mempertimbangkan dan menghitung biaya, mereka biasanya fokus pada elemen yang paling jelas,” ujar Bilal.
Ia menjelaskan, faktor yang lebih berpengaruh justru berkaitan dengan bagaimana trading dieksekusi dan bagaimana kondisi pasar bergerak secara real time.
Baca juga: Cara Memulai Trading dengan Bertanggung Jawab: Panduan Pemula untuk Trader Baru
Dalam situasi tertentu seperti volatilitas tinggi atau likuiditas rendah, spread dapat melebar secara tiba-tiba, eksekusi order melambat, bahkan harga yang didapat bisa berbeda dari yang direncanakan.
Kondisi ini memunculkan fenomena slippage, yakni selisih antara harga yang diharapkan dengan harga eksekusi sebenarnya.
Meski terlihat kecil dalam satu transaksi, akumulasi slippage dalam puluhan hingga ratusan trading dapat berdampak signifikan terhadap kinerja strategi secara keseluruhan.
Selain itu, faktor likuiditas juga memainkan peran penting, terutama saat rilis berita ekonomi atau pembukaan sesi pasar.
Pada momen tersebut, harga bisa bergerak sangat cepat sehingga order seperti stop loss dan take profit berpotensi tereksekusi jauh dari level yang telah ditentukan.
Baca juga: Mengupas Fitur Dynamic Leverage di Triv, Trader Bisa Maksimalkan Potensi Cuan
Bilal menekankan, strategi trading jarang gagal hanya karena satu transaksi, terutama jika manajemen risiko diterapkan dengan disiplin.
Baca tanpa iklan