Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Daftar Maskapai di Asia yang Akan Naikkan Tarif Tiket Pesawat

Singapore Airlines (SIA) dan anak perusahaannya, Scoot, termasuk diantara maskapai yang terkena dampaknya.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Daftar Maskapai di Asia yang Akan Naikkan Tarif Tiket Pesawat
BBC
Pesawat Boeing 777-300ER Singapore Airlines. Maskapai ini berencana menaikkan tarif tiket pesawat akibat harga bahan bakar jet yang melambung tinggi. 

Ringkasan Berita:
  • Perang Iran Vs AS-Israel yang telah berjalan hampir sebulan mempengaruhi ketersediaan bahan bakar global.
  • Termasuk bahan bakar jet yang dipakai oleh pesawat terbang. Stoknya ikut merosot dan mengalami kenaikan harga.
  • Akibatnya sejumlah maskapai penerbangan di Asia akan menaikkan tarif tiket pesawat.

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Maskapai penerbangan di Asia akan menaikkan tarif tiket pesawat karena harga bahan bakar jet telah meningkat lebih dari dua kali lipat akibat konflik di Timur Tengah.

Singapore Airlines (SIA) dan anak perusahaannya, Scoot, termasuk diantara maskapai yang terkena dampaknya.

Para analis penerbangan mengatakan maskapai penerbangan dan bandara di Asia sangat terpukul karena sebagian besar minyak yang melewati Selat Hormuz yang terblokir ditujukan untuk pasar Asia. 

Beberapa maskapai penerbangan telah menangguhkan penerbangan ke wilayah tertentu sebagai bagian dari efisiensi.

Namun dampaknya diperkirakan akan lebih parah jika perang masih berlanjut.

Pesawat mana saja yang akan menaikkan tiket pesawat?

  • Singapura: Juru Bicara SIA mengatakan kepada CNA, Sabtu (28/3/2026), bahwa maskapai penerbangan nasional Singapura dan Scoot telah menaikkan tarif penerbangan di seluruh jaringan mereka sebagai respons terhadap lonjakan harga bahan bakar jet.
  • Hong Kong: Maskapai penerbangan nasional Hong Kong, Cathay Pacific, mengumumkan pada hari Kamis (26/3/2026) bahwa mereka akan menaikkan biaya tambahan bahan bakar untuk semua penerbangan sebesar 34 persen mulai 1 April, dan akan meninjaunya setiap dua minggu.
  • Thailand: Maskapai penerbangan Thailand, Thai Airways mengatakan akan menaikkan tarif sebesar 10 persen hingga 15 persen untuk mengatasi kenaikan biaya bahan bakar. Maskapai penerbangan bertarif rendah juga menaikkan harga.
  • Malaysia:  Maskapai penerbangan bertarif rendah Malaysia, AirAsia X, mengatakan bahwa mereka telah melakukan penyesuaian tarif di seluruh jaringannya menyusul kenaikan harga bahan bakar jet dan menyebut langkah tersebut sebagai sementara.
  • Filipina: Maskapai penerbangan murah Filipina, Cebu Pacific, mengatakan bahwa untuk beberapa bulan ke depan hingga Mei, mereka telah menaikkan tarif sebesar 20 hingga 26 persen karena lonjakan harga bahan bakar. 
  • Vietnam: Belum ada informasi maskapai Vietnam menaikkan tiket pesawat. Namun Vietnam akan mengurangi penerbangan domestik karena kekurangan bahan bakar jet.

Dampak perang di Timur Tengah terhadap maskapai penerbangan di kawasan Asia bisa sangat parah, kata Mayur Patel, pemimpin urusan komersial dan industri regional untuk Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika sekaligus konsultan penerbangan OAG Aviation.

Rekomendasi Untuk Anda

Selat Hormuz, yang praktis tidak dapat dilalui, mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. 

Dari minyak mentah yang melewati selat tersebut, 84 persen ditujukan untuk pasar Asia.

Bahan bakar jet dimurnikan dari minyak mentah.

“Asia memperoleh sebagian besar kebutuhan minyaknya dari Timur Tengah dan telah lebih terpengaruh daripada wilayah lain oleh penutupan selat yang efektif,” kata  Patel.

Baca juga: Asia Tercekik Krisis BBM! 7 Negara Lumpuh Imbas Perang Iran, Bagaimana Nasib Indonesia?

Bagaimana dengan Indonesia?

Sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari maskapai penerbangan di Indonesia yang akan menaikkan tarif tiket pesawat.

Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesian National Air Carriers Association (INACA) meminta adanya kenaikan fuel surcharge dan tarif batas atas (TBA) harga tiket penerbangan domestik sebesar 15 persen.

Sekjen INACA Bayu Sutanto mengatakan hal itu mempertimbangkan kondisi industri penerbangan saat ini.

Harga bahan bakar jet melambung

Perang di Timur Tengah mengancam krisis energi yang lebih buruk daripada guncangan minyak tahun 1970-an.

Harga bahan bakar penerbangan hampir berlipat ganda, naik dari antara US$85 (S$108) dan US$90 per barel bulan lalu menjadi antara US$150 dan US$200 per barel, kata Bapak Patel.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas