Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

The MINDJourney Upaya Ubah Stigma Industri Tambang

Stigma negatif industri pertambangan sering muncul, meski praktik keberlanjutan dan dampak ekonomi belum dipahami utuh.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Erik S
zoom-in The MINDJourney Upaya Ubah Stigma Industri Tambang
HO/IST
INDUSTRI PERTAMBANGAN - Nia Sihasale Zulkarnaen dalam menjelaskan mengenai produksi Film dokumenter The MINDJourney karya Alenia Picture 

Ringkasan Berita:
  • Stigma negatif industri pertambangan sering muncul, meski praktik keberlanjutan dan dampak ekonomi belum dipahami utuh.
  • Film The MINDJourney karya Alenia Picture menghadirkan cerita jujur dari masyarakat sekitar wilayah tambang secara transparan lebih.
  • Pendekatan observasional menurut Nia Sihasale Zulkarnaen menampilkan realitas terbuka, termasuk kekurangan, guna menjembatani dialog publik pertambangan Indonesia.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Stigma negatif terhadap industri pertambangan masih kerap muncul di ruang publik.

Banyak orang menilai sektor ini semata identik dengan kerusakan lingkungan atau konflik sosial, sementara praktik-praktik perbaikan, standar keberlanjutan, serta dampak ekonomi yang dirasakan sebagian komunitas tidak selalu terlihat utuh.

Film dokumenter The MINDJourney karya Alenia Picture hadir membuka ruang pemahaman yang lebih transparan dengan menghadirkan cerita yang jujur langsung dari masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang.

Baca juga: Tiga Tahun MIND ID, Hilirisasi Diperkuat untuk Dorong Daya Saing Global

Pendekatan film ini sengaja ditempatkan sebagai antitesis dari komunikasi yang sering dianggap satu arah. Alih-alih menyodorkan klaim sepihak, dokumenter tersebut berupaya memperlihatkan realitas di lapangan secara terbuka, termasuk hal-hal yang masih menjadi catatan dan perlu terus ditingkatkan.

Dengan cara ini, film diharapkan menjadi jembatan informasi antara publik dengan dunia pertambangan yang selama ini terasa jauh.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagai produser film, Nia Sihasale Zulkarnaen menjelaskan bahwa proses produksi dilakukan dengan metode yang membiarkan cerita tumbuh dari observasi lapangan. Tim hadir untuk melihat, mendengar, dan menangkap dinamika yang terjadi—bukan mengarahkan narasi sesuai kebutuhan tertentu.

“Bukan untuk menggurui, tapi supaya masyarakat bisa melihat langsung. Kami datang, melihat, dan membiarkan cerita itu muncul sendiri,” ujar Nia, Minggu (5/4/2026).

Dalam prosesnya, tim produksi film The MINDJourney mengunjungi berbagai wilayah operasional pertambangan yang berada di bawah naungan perusahaan pelat merah tersebut.

Namun, perusahaan tidak ditempatkan sebagai “narator” yang menjelaskan semuanya. Kamera justru mengikuti interaksi yang muncul dari aktivitas di lapangan, percakapan dengan warga, pekerja, dan pihak-pihak yang bersinggungan langsung dengan kegiatan pertambangan.

Para talent yang terlibat didorong untuk berinteraksi secara spontan. Mereka bertanya langsung kepada masyarakat dan pekerja, tanpa daftar pertanyaan baku dan tanpa respons yang diarahkan, sehingga percakapan yang terekam terasa lebih alami.

Dari perjalanan itulah cerita-cerita hadir secara natural. Sejumlah warga menyampaikan pengalaman tentang perubahan yang mereka rasakan, mulai dari peluang ekonomi, munculnya usaha kecil, sampai bentuk pendampingan sosial yang mereka temui di sekitar operasi.

“Ada yang bilang mereka bisa mulai usaha, ada yang merasa dibimbing. Bahkan ada yang berharap program-program ini terus berlanjut,” kata Nia.

Di sisi lain, film ini juga tidak menutup ruang untuk menunjukkan bahwa pekerjaan rumah bagi sektor pertambangan Indonesia.

Dalam beberapa bagian, penonton diajak melihat bahwa realitas lapangan selalu kompleks, yakni ada hal yang sudah berjalan baik, dan ada juga hal lain yang masih dapat diperbaiki.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas