Anak Muda Mendominasi Investor Kripto, Regulator Ingatkan Jebakan Narasi Cepat Kaya
CFX Connect menjembatani regulator, pelaku industri, dan generasi muda menciptakan ekosistem aset keuangan digital yang aman dan transparan.
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bursa aset kripto, PT Central Finansial X (CFX) menegaskan urgensi edukasi mengenai aset keuangan digital khususnya aset kripto, bagi generasi muda Indonesia.
Hasil kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) pada 2025 mengungkapkan mayoritas pemilik aset keuangan digital didominasi oleh kelompok usia di bawah 35 tahun.
Bursa Kripto CFX menyelenggarakan CFX Connect sebagai wadah literasi strategis yang menjembatani regulator, pelaku industri, dan generasi muda untuk berkolaborasi menciptakan ekosistem aset keuangan digital yang lebih aman, transparan, dan terpercaya.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, saat CFX Connect yang mengusung tema “Membangun Kepercayaan dalam Ekonomi Aset Keuangan Digital: Peran Regulasi, Infrastruktur Pasar, dan Literasi melalui Generasi Muda”, menyampaikan poin tentang pentingnya literasi transaksi aset kripto.
"Tugas utama sebagai regulator, pelaku usaha dan akademisi bukan hanya soal mempercepat laju adopsi, tetapi memastikan bahwa konsumen tidak hanya ikut tren atau terbawa FOMO, serta memperoleh perlindungan yang memadai."
"Kami tidak ingin pasar menjadi arena spekulasi murni, di mana masyarakat hanya tergiur narasi cepat kaya tanpa memahami risiko yang menyertainya," kata Adi dikutip Jumat (10/4/2026).
Baca juga: Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun Sejak 2022 hingga Februari 2026
Direktur Utama Bursa Kripto CFX, Subani, mengatakan, CFX Connect sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan literasi terkait aset kripto ke mahasiswa, untuk mengawal pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia.
Di balik potensi yang besar, kata Subani, industri aset keuangan digital seperti aset kripto juga menghadapi sejumlah dinamika yang perlu dikelola dengan bijak.
"Edukasi menjadi hal yang krusial untuk membangun ekosistem yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aman, terpercaya, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan dan konsumen aset kripto," paparnya.
Manajer Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Anna Amalyah Agus, mengatakan, kampus sangat mendukung dan berkomitmen untuk mendampingi mahasiswa dalam proses pembelajaran yang benar dan terarah.
Menurutnya, kampus juga terbuka untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan regulator seperti OJK maupun Self-Regulatory Organization (SRO), agar pengembangan ini tetap berada dalam koridor yang tepat, terawasi, dan berkelanjutan.
"Harapannya, inisiatif ini dapat memberikan dampak positif dan menjadi langkah awal dalam menghadirkan Pusat Sentral Investasi berbasis kripto di Universitas Indonesia, khususnya di FEB UI sebagai sebuah hub inovasi yang tidak hanya mendorong literasi, tetapi juga eksperimentasi dan implementasi nyata dalam ekosistem keuangan digital di Indonesia," paparnya.
Baca tanpa iklan