Rusia Siap Suplai Minyak dan LPG ke Indonesia
Bahlil mengatakan penjajakan kerjasama dengan Rusia bertujuan untuk memastikan stabilitas pasokan energi domestik.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, pada 13 April.
- Dalam pertemuan tersebut, salah satu fokus utama pembahasan adalah kerja sama di sektor energi sebagai langkah strategis kedua negara.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga ketahanan energi serta memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Rusia ke depan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin 13 April lalu.
Dalam pertemuan itu, Presiden disampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Bahlil mengungkapkan salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut yakni masalah energi.
Kerjasama dimaksudkan untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Bahlil mengatakan penjajakan kerjasama dengan Rusia bertujuan untuk memastikan stabilitas pasokan energi domestik.
Sejumlah isu krusial menjadi fokus pembahasan, mulai dari potensi kerja sama pasokan minyak mentah, investasi di sektor energi, hingga pengembangan infrastruktur seperti kilang minyak.
Keesokan harinya untuk memperdalam pembahasan teknis, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bertemu Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin sehari sebelumnya.
Dalam forum tersebut, kedua pihak membahas peluang konkret kerja sama energi yang dapat segera ditindaklanjuti, terutama kepastian pasokan minyak mentah (crude) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Rusia menyatakan kesiapan untuk mendukung ketahanan energi Indonesia, salah satunya suplai minyak dan gas bumi (Migas) dan penyimpanan (storage).
Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan sejumlah perusahaan energi Rusia, antara lain Rosneft, Ruschem, Zahrubesneft, dan Lukoil.
"Hari ini saya baru selesai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan pembicaraan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Putin. Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik dimana kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG," kata Bahlil dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM, Rabu, (15/4/2026).
Bahlil menegaskan bahwa kerja sama tersebut dijajaki melalui skema antarpemerintah Government to Governmentatau G2G) maupun business-to-business(B2B), yang diharapkan dapat memberikan kepastian terhadap ketersediaan cadangan energi nasional, khususnya untuk minyak mentah dan LPG di Indonesia.
Di sisi lain, Bahlil menyampaikan bahwa Indonesia terbuka untuk memperluas ruang kolaborasi dengan Rusia, termasuk pada pengembangan storage, crude, pasokan jangka panjang minyak mentah dan LPG, penjajakan nuklir, serta kerja sama di sektor mineral.
"Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional," katanya.
Baca tanpa iklan