Industri Cat Edukasi Risiko Terpapar Timbal Terhadap Kesehatan Anak dan Ibu Hamil
Industri cat nasional juga mulai meninggalkan penggunaan material timbal sebagai bahan baku cat karena alasan kesehatan ini.
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Sanusi
Ringkasan Berita:
- Industri cat dan pelapis menjadi bagian dari industri kimia hilir, dan menjadi salah satu sektor strategis yang terus menunjukkan pertumbuhan positif di Indonesia.
- Industri cat nasional meninggalkan penggunaan timbal untuk bahan baku karena tingginya risiko paparan timbal terhadap kesehatan terutama pada anak, ibu hamil dan lansia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kesadaran masyarakat terhadap penggunaan material bahan bangunan yang bebas material timbal belakangan semakin meningkat. Hal itu karena mempertimbangkan dampak kesehatan akibat menghirup atau kemasukan material timbal ke dalam tubuh.
Industri cat nasional juga mulai meninggalkan penggunaan material timbal sebagai bahan baku cat karena alasan kesehatan ini.
"Industri cat nasional turut memegang peran penting karena turut mendukung pembangunan sktor prioritas seperti perumahan rakayat hingga gedung pemerintahan. Karena itu, aspek kualitas menjadi hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan keberlanjutan industri dan keamanan masuarakat."
Baca juga: Instalasi Panel Surya Pasok 25 Persen Kebutuhan Listrik Industri Cat di Cikande Banten
"Maka itu menjadi tugas industri cat menyediakan prpduk cat yang aman, green product yang sadar akan kesehatan," ungkap Emmy Suryandari ST MTM, Kepala Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian RI pada Konferensi Pers “CreatingSafe and Happy Homes #LeadFree” yang diselenggarakan Kansai Paint di Jakarta, Kamis, 16 April 2026.
Emmy mengatakan, industri cat dan pelapis menjadi bagian dari industri kimia hilir, dan menjadi salah satu sektor strategis yang terus menunjukkan pertumbuhan positif di Indonesia.
Di 2025, industri cat nasional tercatat memiliki kapasitas terpasang 1,5 juta MT (metrik ton) per tahun dan menyerap 36.000 tenaga kerja, dengan potensi kebutuhan pasar dalam negeri lebih dari 1 juta metrik ton.
Untuk menjaga pertumbuhan industri tersebut, aspek kualitas dan keamanan produk menjadi semakin penting untuk memastikan keberlanjutan industri sekaligus perlindungan masyarakat.
“Penerapan standar serta pembatasan bahan berbahaya menjadi fondasi penting dalam melindungi masyarakat. Kami mengapresiasi langkah pelaku industri, termasuk Kansai Paint yang terus berinovasi dalam menghadirkan produk yang lebih aman sebagai kontribusi nyata dalam menciptakan bangunan dan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Emmy.
Takahiko Tsuda, President Director PT Kansai Prakarsa Coatings, mengatakan, seluruh solusi cat yang diproduksi di perusahaannya sejak September 2026 bebas timbal, mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) serta praktik terbaik internasional.
Hal tersebut diperkuat melalui sertifikasi SNI untuk Cat Dekoratif Berbasis Pelarut yang telah mengadopsi batas kandungan timbal nasional sebesar 90 ppm (parts per million), sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO).
Menurut Takahiko Tsuda, langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan. Dia menegaskan, selain berfungsi untuk memperindah, cat juga berkontribusi pada rasa aman, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat.
Dia menambahkan, tren hunian dan bangunan kini semakin mengarah pada penggunaan material yang selain estetis juga aman dan mendukung kesejahteraan hidup.
"Pemilihan material bangunan menjadi aspek penting dalam mewujudkan ruang hidup yang sehat, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan masa kini, sekaligus mencerminkan pergeseran menuju standar hunian dan bangunan yang lebih berkualitas," ungkapnya.
Ivan Mahardika, Program Manager Lead Exposure Elimination Project (LEEP), organisasi internasional yang mendorong transisi menuju cat bebas timbal mengatakan, paparan timbal masih menjadi perhatian utama
dalam isu kesehatan lingkungan, khususnya bagi tumbuh kembang anak-anak.
Baca tanpa iklan