Menteri Bahlil Kembali Jamin Harga LPG 3 Kg, Pertalite dan Solar Subsidi Tidak akan Naik
Bahlil menyampaikan kenaikan harga terhadap LPG 3 Kilogram saat ini kerap terjadi karena adanya permainan harga dari pengecer atau distributor.
Penulis:
Rizki Sandi Saputra
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Pemerintah menjamin harga LPG 3 kg, Pertalite, dan Solar tidak naik.
- Stabilitas harga tetap dijaga meski harga minyak dunia fluktuatif.
- Kenaikan harga LPG 3 kg di lapangan disebut akibat distribusi, bukan kebijakan pemerintah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, seluruh harga bahan bakar minyak (BBM) maupun gas LPG tabung yang bersubsidi tidak akan naik dalam waktu dekat.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil menyusul mulai adanya penyesuaian harga terhadap BBM non-subsidi dan LPG tabung non-subsidi oleh PT Pertamina.
Kata Bahlil, pemerintah yang akan menjamin seluruh harga BBM jenis subsidi dalam hal ini Pertalite maupun Solar untuk tidak tidak naik, meski Indonesia Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah global mencapai 100 dolar AS per barel.
Baca juga: Menteri Bahlil Soal Kenaikan Harga Gas LPG 5,5 Kg dan 12 Kg: Hanya LPG 3 Kg yang Dijaga Pemerintah
"Kalau subsidi sampai dengan harga ICP dunia 100 dolar, (harganya) tidak akan naik. Rata-rata. Sekarang average rata-rata dunia ICP kita dari Januari sampai tertanggal yang saya ngomong itu kurang lebih sekitar 76 dolar," kata Bahlil saat ditemui awak media di Kantor Kementerian ESDM RI, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Dimana harga BBM Pertalite saat ini dibanderol dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan Solar dihargai Rp6.800 per liter.
Sementara untuk gas LPG tabung ukuran 3 kilogran yang disubsidi pemerintah juga kata Bahlil tidak akan naik, bahkan sejak tahun 2006 silam.
Adapun harga LPG 3 kilogram saat ini dijual sekitar Rp17.000 hingga Rp18.000 per tabung sesuai dengan harga standart nasional. Harga berbeda sesuai dengan wilayah provinsi masing-masing di Indonesia.
"Tapi kalau untuk LPG 3 kilogram, sejak LPG diterapkan tahun 2006, 2007, LPG itu sampai dengan sekarang belum pernah kita naikkan harga dari pemerintah," ucap dia.
Menurutnya, kenaikan harga terhadap LPG 3 Kilogram saat ini kerap terjadi karena adanya permainan harga dari pengecer atau distributor.
Sementara menurut dia, harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sejatinya harus sampai ke masyarakat dengan sesuai.
"Yang ada itu adalah dimainkan harganya di distributor dan pangkalan. Itu kira-kira," tutur dia.
"Dengan harga yang betul-betul sudah ditetapkan. Harga yang ditetapkan waktu itu berapa? Rp17.000 sampai Rp18.000. Itu harga subsidi, harus sampai di rakyat. Tapi kan ada yang sampai Rp25.000 waktu itu dibuat. Tapi begitu mau ditertibkan kan. Ya macam-macam lah. Yaudah lah, sudah berlalu," tukas dia.
Baca tanpa iklan