Soal Program MBG, JPPI: Sistemnya Korup, Pasti Lahirkan Koruptor
JPPI menganggap seluruh sistem yang berjalan dalam implementasi program MBG memang dirancang korup. Jadi tak heran jika melahirkan koruptor.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- JPPI menyebut bahwa sistem dari penyelenggaraan MBG memang dirancang untuk korup. JPPI pun tak heran jika program ini melahirkan koruptor.
- Kornas JPPI, Ubaid Matraji, menyebut salah satu keyakinannya yakni ketika ada pengakuan dari salah satu petinggi BGN dalam acara yang digelar JPPI.
- Saat itu, ada orang bertanya terkait adanya pegawai BGN memiliki SPPG. Namun, petinggi BGN itu justru menjawab tidak ada yang salah dengan hal tersebut.
- Bahkan, petinggi BGN itu juga mengaku sebagai pemilik SPPG.
TRIBUNNEWS.COM - Koordinator Nasional (Kornas) Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, mengkritik keras sistem dan mekanisme dalam implementasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dia mengatakan MBG memiliki sistem yang memang korup.
Sehingga, terjadilah penangkapan terhadap tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG.
Mereka adalah eks Kepala BGN, Dadan Hindayana, dan dua wakilnya yaitu Sony Sonjaya dan Lodweyk Pusung.
Dadan dkk ditangkap Kejagung dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG seperti jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta mark up pengadaan barang dan jasa.
Ubaid pun menilai pergantian pucuk pimpinan MBG setelah tertangkapnya Dadan dkk berujung sia-sia.
"Karena itu mau diganti Bu Nanik (sebagai Kepala BGN), atau diganti siapapun, ini yang bermasalah tidak hanya soal personelnya."
"Tapi kalau saya simpulkan, sistemnya yang korup. Karena sistem yang korup, ya sudah pasti melahirkan koruptor," ujarnya dikutip dari program Bola Liar di YouTube Kompas TV, Sabtu (6/6/2026).
Baca juga: TII Undang BGN Bahas Kajian Potensi Korupsi MBG sejak Tahun Lalu, tapi Tak Pernah Datang
Ubaid mengaku bukti sistem korup pada program MBG terjadi ketika pihaknya menggelar seminar terkait penanganan kasus keracunan siswa.
Pada acara tersebut, JPPI mengundang salah satu petinggi dari BGN. Selanjutnya, ada orang yang menanyakan terkait adanya pegawai BGN memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ubaid pun terkejut ketika petinggi BGN tersebut mengatakan bahwa tidak ada yang salah ketika ada pegawai BGN memiliki SPPG.
Bahkan, kata Ubaid, petinggi BGN itu juga mengaku memiliki SPPG.
"Datang orang dari BGN di seminar kami, kemudian ada penanya yang bertanya 'kenapa banyak SPPG-SPPG yang berafiliasi dengan pimpinan BGN?' Dan dengan jelas BGN mengatakan dengan jelas 'emangnya salahnya apa? Saya juga punya dapur'. Itu dikatakan di depan publik, di depan wartawan," ujarnya.
Ubaid pun tak heran ketika ada kasus korupsi terkait penyelenggaraan MBG dengan mengacu pada pengakuan salah satu petinggi BGN tersebut.
Dia mengatakan sistem penyelenggaraan MBG masih berlandaskan nepotisme.