Kaka Slank Berkebun, Hasil Panen Jadi Sumber Pangan Keluarganya
Kebun Kaka Slank ditanami beberapa jenis komoditas, mulai dari jagung, kangkung, caisim, bayam, okra, kacang hijau dan labu parang atau kabocha.
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Kaka Slank penuhi 80 persen kebutuhan pangan keluarga, mulai dari beras hingga sayuran, secara mandiri lewat kebun organiknya.
- Kelola kebun 5.000 m2 di kaki Gunung Salak, Kaka Slank terapkan pola hidup organik tanpa pestisida demi kesehatan keluarganya.
- Tak sekadar berkebun, Kaka Slank kini pelajari teknik pelestarian bibit sendiri agar tidak lagi bergantung pada pasar luar.
TRIBUNNEWS.COM - Di balik hingar-bingar dunia musik rock, vokalis band Slank, Kaka, telah mengembangkan kebun organik seluas 5.000 meter persegi di kawasan kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Kebun tersebut kini menjadi sumber utama pangan bagi keluarganya.
"Sekarang ini sudah 80 persen kebutuhan sehari-hari terpenuhi dari kebun sendiri. Beras tidak beli, pokoknya sumber karbohidrat tidak beli. Sayuran dan kacang-kacangan juga sudah tidak lagi ke pasar," ujar Kaka saat ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
Kebun milik musisi berusia 52 tahun ini ditanami dengan berbagai jenis komoditas, mulai dari jagung, kangkung, caisim, bayam, okra, kacang hijau dan labu parang atau kabocha.
Baca juga: Profil Jesse Marsch di Piala Dunia 2026 - Patah Hati, Berkebun, dan Minum Anggur
Selain sayuran, Kaka juga menanam aneka buah-buahan seperti durian, alpukat, dan pisang.
Kaka memastikan bahwa seluruh tanamannya dikelola secara alami tanpa sentuhan pestisida kimia. Baginya, menikmati proses pertumbuhan tanaman secara organik memberikan kepuasan tersendiri.
Tak sekadar bercocok tanam, Kaka kini tengah mendalami teknik pelestarian bibit agar sistem pertaniannya lebih berkelanjutan. Ia tak lagi bergantung pada pembelian bibit dari pasar.
"Sekarang saya lagi belajar melestarikan bibit yang sudah ada. Jadi, bibit tidak beli lagi. Misalnya setelah panen bayam, saya ambil biji dari bunganya untuk ditanam ulang," jelas Kaka.
Meski hasil panen dari lahannya tergolong melimpah, Kaka menegaskan bahwa ia tidak memiliki niatan bisnis untuk memperjualbelikan hasil kebun tersebut.
Baginya, kebun itu adalah wujud komitmennya dalam menjaga kesehatan keluarga melalui asupan pangan yang terjamin kualitas dan kejujurannya.
"Tidak ada niatan untuk dijual. Semuanya murni buat keluarga, untuk menjaga kesehatan saja," pungkas Kaka.