Rantai Pasok Makin Kompleks, Data Jadi Penentu Efisiensi Operasional
Data kini jadi elemen penting dalam pengambilan keputusan bisnis yang menentukan kecepatan dan ketepatan respon perusahaan terhadap dinamika pasar.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Data kini menjadi kunci ketahanan rantai pasok global dalam menjaga efisiensi, distribusi dan operasional industri yang semakin kompleks.
- Di penyelenggaraan KAE 2026, pelaku industri menekankan peran data real-time dan analitik prediktif untuk mitigasi risiko dan pengambilan keputusan yang lebih cepat.
- Integrasi data, kualitas data dan kesiapan SDM masih menjadi tantangan utama transformasi digital.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah meningkatnya kompleksitas rantai pasok global, pemanfaatan data kini menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga efisiensi, ketepatan distribusi, serta ketahanan operasional perusahaan di berbagai sektor industri.
Pada era saat ini, data tidak lagi sekadar alat pendukung, melainkan telah menjadi elemen penting dalam pengambilan keputusan bisnis yang menentukan kecepatan dan ketepatan respons perusahaan terhadap dinamika pasar.
Hal ini mengemuka dalam talkshow di sela-sela ajang Kalbe Analytics Expo (KAE) 2026 yang menghadirkan pembicara Danang Cahyono (Chief Operating Officer SIRCLO), Fadli Hamsani (General Manager Enterprise Customer Solution Telkomsel & Ketua WANTRII), dan Berty Argiyantari (CEO MOSTRANS) di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Diskusi tersebut menyoroti transformasi rantai pasok global yang kini bergerak menuju sistem berbasis data, seiring meningkatnya kebutuhan akan operasional yang lebih responsif, terintegrasi, dan adaptif terhadap perubahan pasar yang semakin tidak pasti.
Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Sie Djohan menilai, pemanfaatan data real-time memungkinkan perusahaan beralih dari pendekatan reaktif menjadi prediktif.
Dengan sistem berbasis data, gangguan operasional tidak lagi hanya ditangani setelah terjadi, tetapi dapat diantisipasi lebih awal melalui sistem peringatan dini yang lebih terstruktur.
"Pendekatan ini dinilai penting untuk menekan risiko keterlambatan distribusi, penumpukan barang di gudang, hingga inefisiensi biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan utama rantai pasok," katanya.
Baca juga: Penutupan Selat Hormuz Ganggu Rantai Pasok Industri Petrokimia, LCI Usulkan Bea Masuk LPG Nol Persen
Tren global juga menunjukkan bahwa perusahaan yang mengadopsi pendekatan berbasis data memiliki keunggulan dalam pengambilan keputusan bisnis.
Sejumlah studi industri menyebutkan bahwa organisasi yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan data cenderung lebih adaptif terhadap perubahan pasar, sekaligus memiliki tingkat efisiensi operasional yang lebih baik dibandingkan model konvensional.
"Namun demikian, implementasi pendekatan ini masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam integrasi sistem yang terfragmentasi, kualitas data yang belum seragam, serta kesiapan sumber daya manusia dalam mengolah dan menerjemahkan data menjadi keputusan bisnis," katanya.
Peran Data dalam Rantai Logistik Modern
Chief Operating Officer Sirclo, Danang Cahyono, menilai data memiliki peran vital dalam menghubungkan seluruh elemen rantai logistik yang semakin kompleks.
Ia menyebut data sebagai nervous system dalam rantai pasok modern.
“Data bisa diibaratkan sebagai nervous system yang menghubungkan seluruh bagian dalam rantai pasokan. Tanpa data yang terintegrasi, sistem operasional menjadi rentan terhadap gangguan. Kecepatan dan akurasi menjadi kunci,” ujarnya.
Baca juga: Krakatau Steel Amankan Rantai Pasok Baja untuk Industri Manufaktur Nasional
Baca tanpa iklan