Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Jebakan Psikologis di Pasar Keuangan: Dari FOMO Hingga Over Confidence

Pergerakan pasar keuangan yang serba cepat dan banyak godaan butuh pengendalian diri yang baik. Trader yang disiplin bukan berarti tanpa emosi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: willy Widianto
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Jebakan Psikologis di Pasar Keuangan: Dari FOMO Hingga Over Confidence
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PSIKOLOGI PASAR - Psikolog sekaligus Client Relationship Manager JustMarkets, Bilal Sharqawi, menyebut pasar keuangan pada dasarnya adalah “laboratorium hidup” bagi emosi manusia. Menurutnya, kemampuan untuk berhenti sejenak, berpikir jernih, dan tetap berpegang pada rencana menjadi keunggulan nyata di tengah tekanan pasar. 

Ringkasan Berita:
  • Pergerakan pasar keuangan yang serba cepat dan banyak godaan butuh pengendalian diri yang baik.
  • Trader yang disiplin bukan berarti tanpa emosi. Mereka tetap merasakan takut dan cemas
  • Mereka yang gagal mengendalikan diri justru kerap terjebak pola klasik, membeli di puncak, menjual di dasar

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Di tengah hiruk-pikuk pergerakan pasar yang serba cepat dan penuh godaan, satu hal yang sering luput dari perhatian justru menjadi pembeda paling krusial, pengendalian diri.

Bukan sekadar soal kecerdasan membaca grafik atau kecepatan mengambil peluang, pasar pada akhirnya lebih “menghargai” mereka yang mampu menahan dorongan emosionalnya.

Di sinilah garis tegas terbentuk antara trader yang konsisten meraih hasil dan mereka yang terus terjebak dalam siklus keputusan impulsif.

Trader yang disiplin bukan berarti tanpa emosi.

Mereka tetap merasakan takut, serakah, atau cemas, namun mampu menciptakan jarak antara dorongan dan tindakan. Mereka membeli saat harga rendah, menjual saat tinggi, dan tetap berpegang pada rencana bahkan ketika pasar bergejolak. 

Rekomendasi Untuk Anda

Sebaliknya, mereka yang gagal mengendalikan diri justru kerap terjebak pola klasik, membeli di puncak, menjual di dasar, lalu menyalahkan faktor eksternal seperti manipulasi pasar ketika mengalami kerugian.

Psikolog sekaligus Client Relationship Manager JustMarkets, Bilal Sharqawi, menyebut pasar keuangan pada dasarnya adalah “laboratorium hidup” bagi emosi manusia. 

Menurutnya, kemampuan untuk berhenti sejenak, berpikir jernih, dan tetap berpegang pada rencana menjadi keunggulan nyata di tengah tekanan pasar.

“Trader yang mampu mengendalikan diri, berhenti sejenak, berpikir, dan tetap mengikuti rencana mereka akan benar-benar diuntungkan oleh pasar,” ujar Bilal, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, dalam perspektif psikologi, pengaturan diri kerap dimaknai sebagai kemampuan menahan dorongan demi tujuan jangka panjang. Namun, dorongan tersebut bukanlah sesuatu yang sepenuhnya negatif. 

Justru, dorongan itu merupakan bagian dari mekanisme bertahan hidup manusia sejak masa lalu yang kini sering kali tidak relevan dengan kondisi pasar modern.

“Pikiran kita menganggap ketidakpastian sebagai ancaman, hal baru sebagai peluang, dan kerugian sebagai serangan pribadi,” jelasnya.

Pasar keuangan, lanjut Bilal, menyediakan ketiga rangsangan tersebut dalam intensitas tinggi. Di sinilah pengendalian diri berperan sebagai “ruang jeda” antara rangsangan dan respons ruang kecil yang justru menentukan kualitas keputusan seseorang.

Tak jarang, pasar juga menjelma seperti mesin slot yang memicu perilaku impulsif. Setiap pergerakan harga (tick) dapat memicu pelepasan dopamin di otak, menciptakan sensasi serupa dengan perjudian.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas