Meluas ke Level ASEAN, RI Jadi Tuan Rumah Kompetisi Arsitektur dan Desain Interior
Pada kategori karya yang terbangun di segmen hunian terdapat sub kategori bagi bangunan apartemen atau kondominium.
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Indonesia kembali jadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi arsitektur dan desain interior yang menjaring kreativitas dan karya asli peserta dari 4 negara ASEAN: Indonesia, Malaysia, Singapura dan Filipina.
- Kompetisi ini menjaring peserta dari kalangan profesional dan mahasiswa mencakup karya yang sudah selesai digarap maupun konsep gagasan.
- Penyelenggaraan kompetisi ini melibatkan berbagai asosiasi profesi di bidang arsitektur dan desain interior. dari 4 negara termasuk dari IAI dan (HDII).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi arsitektur dan desain interior. Jika tahun lalu kompetisi ini hanya mencakup Indonesia dan Malaysia, maka tahun ini, kompetisi ini menjaring peserta lebih luas ke beberapa negara sekaligus di level ASEAN.
Kompetisi bertajuk Daikin Designer Award 2026 ini terdiri dari berbagai kategori dan menargetkan peserta dari kalangan arsitek profesional dan para desainer interior serta mahasiswa, mencakup pilihan desain untuk bangunan hunian dan bangunan komersial F&B.
Peserta bisa memilih partisipasinya pada kompetisi karya arsitektur/desain interior yang telah selesai dibangun atau di segmen rancangan konseptual desain arsitektur dan desain interior.
Baca juga: Asuransi Properti Terkendala Harga Rumah Mahal dan Minim Literasi
Pada kategori karya yang terbangun di segmen hunian terdapat sub kategori bagi bangunan apartemen atau kondominium.
Penyelenggaraan kompetisi ini melibatkan berbagai asosiasi besar bidang arsitektur dan desain interior. Dari Indonesia asosiasi yang dilibatkan adalah Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII).
Sementara, dari Malaysia dan Singapura melibatkan Malaysian Institute of Interior Designers (MIID) dan Society of Interior Designers Singapore (SIDS).
Dari Filipina, panitia menggandeng Philippine Institute of Interior Designers menjadi asosiasi desainer interior Filipina yang turut berkolaborasi dalam penyelenggaraan kompetisis ini.
Kolaborasi dengan berbagai asosiasi ini juga tercermin dalam susunan dewan juri yang melibatkan nama besar di bidang arsitektur dan desain interior.
Juri dari Indonesia adalah arsitek ternama Tan Tik Lam dan Cosmas Gozali bersama Alex Bayusaputro yang telah dikenal luas dari berbagai karyanya sebagai desainer interior profesional.
Wenky Handono tampil sebagai juri dari Daikin. Sementara juri dari Malaysia dan Singapura, IDr Tay Ei Ling IDr Tay Ei Ling dari Malaysia Institute of Interior Designers dan Henry Yew dari SIDS, serta juri dari Filipina adalah Cecil Ravelas dari Philippine Institute of Interior Designers.
Arsitek Alex Bayusaputro mengatakan, dalam proses penjurian pihaknya mengutamakan aspek kreativitas yang benar-benar asli, story line project yang digarap dan digagas hingga cara mereka menyampaikan presentasi di depan juri.
"Juga bagaimana cara mereka memecahkan persoalan, serta konteks desain karyanya terhadap iklim tropis dan dalam mengantisipasi kelembaban," ungkapnya.
Karya desainer yang bagus adalah bukan hanya karya yang bisa menjawab apa yang kita butuhkan. "Tapi desainer harus bisa menciptakan apa yang akan menjadi kebutuhan kita di masa datang, misalnya untuk 10 atau 25 tahun ke depan," ungkapnya.
Juri dari Malaysian Institute of Interior Designers, Tay Ei Ling menekankan, dalam kompetisi ini pihaknya ingin melihat karya yang benar-benar asli lahir dari pemikiran para peserta.
Baca tanpa iklan