Perkuat Kemandirian Energi, Aspebindo Dorong CNG dan LNG untuk Rakyat
Pemanfaatan gas bumi sebagai energi alternatif berdampak pada efisiensi subsidi dan pengurangan beban impor.
Penulis:
Hasanudin Aco
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Pemanfaatan gas bumi melalui CNG dan LNG didorong sebagai solusi substitusi LPG dan penguatan swasembada energi nasional.
- Dalam diskusi di Jakarta, Dirjen Migas Kementerian ESDM La Ode Sulaeman menyebut pemerintah masih menyusun peta jalan distribusi dan implementasi program.
- Ketua Aspebindo Anggawira menilai program ini juga berpotensi membuka investasi, industri baru, dan lapangan kerja.
TRIBUNNNEWS.COM, JAKARTA - Semangat memperkuat kemandirian energi nasional kembali mengemuka melalui optimalisasi pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi alternatif yang lebih efisien, bersih, dan berkelanjutan.
Hal tersebut menjadi pembahasan utama dalam kegiatan Talkshow & Press Conference bertajuk “CNG & LNG Untuk Rakyat: Solusi Nyata Substitusi LPG & Swasembada Energi Nasional” yang diselenggarakan di Energy Hub, Epiwalk Lt. 6 Suites B-603, Kuningan, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, asosiasi, serta pelaku usaha energi.
Baca juga: Soroti Kasus Korupsi LNG, KPK Tegaskan Prinsip Kehati-hatian Harus Ada Sejak Perencanaan Bisnis
Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Anggawira selaku Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo), Thomas Nurhakim dari Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Liquefied & Compressed Natural Gas Indonesia (APLCNGI), Dian Kuncoro selaku Ketua Umum APLCNGI, serta La Ode Sulaeman selaku Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM RI.
Ihwal peta jalan implementasi konversi tersebut, Laode menyatakan Menteri ESDM bersama Ditjen Migas masih mengkaji peta jalan tersebut dan belum dapat mengumumkannya ke publik.
Laode masih belum dapat mengungkapkan peran PT Pertamina (Persero) dan pihak swasta dalam proses pemenuhan pasokan gas bumi, pengisian CNG, hingga proses distribusi CNG 3 kg.
“Polanya saya belum bisa umumkan, sedang disusun oleh tim, Pak Menteri juga memimpin langsung, jadi nanti setelah itu akan disampaikan langsung oleh Pak Menteri. Dan akan ini, ada sisi penyiapan tabung, ada distribusinya kan? Nah ini harus matching gitu,” ujar Laode.
Ketua Umum Aspebindo, Anggawira, menegaskan pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam mempercepat hilirisasi dan pemanfaatan gas bumi di Indonesia.
Menurutnya transformasi energi tidak dapat hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan investasi, inovasi, dan kesiapan infrastruktur dari sektor swasta.
“Pelaku usaha memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem energi berbasis gas
Kami siap mendukung program pemerintah, termasuk dalam investasi dan pengembangan infrastruktur,” ujar Anggawira.
Anggawira juga menilai bahwa pemanfaatan gas bumi sebagai energi alternatif tidak hanya berdampak pada efisiensi subsidi dan pengurangan beban impor, tetapi juga berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan industri nasional.
“Ini bukan hanya soal energi murah, tetapi juga tentang bagaimana kita menciptakan industri baru, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing nasional,” kata Anggawira.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Liquefied & Compressed Natural Gas Indonesia (APLCNGI), Dian Kuncoro, menyampaikan bahwa APLCNGI mendukung penuh arah kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan CNG dan LNG sebagai energi substitusi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
“Pada prinsipnya, kami di asosiasi mendukung program pemerintah terkait optimalisasi CNG dan LNG untuk menggantikan energi yang masih bergantung pada impor. Ini bukan hanya soal energi, tetapi juga soal kemandirian bangsa,” ujar Dian.
Melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha dalam mempercepat pengembangan ekosistem CNG dan LNG nasional.
Pemanfaatan gas bumi diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam mendorong substitusi LPG, efisiensi subsidi energi, penguatan industri nasional, serta percepatan swasembada energi Indonesia.
Baca tanpa iklan