Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Waspada, IHSG Hari Ini Berpotensi Melemah Lagi ke Level 6.800, Berikut Faktor Pemberatnya

Pergerakan IHSG  akan dipengaruhi oleh keberlanjutan geopolitik yang belum mencapai kesepakatan damai antara Amerika Serikat-Iran.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Waspada, IHSG Hari Ini Berpotensi Melemah Lagi ke Level 6.800, Berikut Faktor Pemberatnya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
IHSG MELEMAH - Pengunjung melihat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Tercatat, pada penutupan perdagangan Jumat (8/5/2026), IHSG berakhir anjlok 2,86 persen ke level 6.969,40. 

Ringkasan Berita:
  • IHSG diprediksi masih rentan melemah pada perdagangan Senin setelah sebelumnya anjlok 2,86 persen ke level 6.969,40.
  • Head of Retail Research Fanny Suherman menyebut IHSG berpotensi rebound teknikal jangka pendek di rentang 7.070-7.130, namun investor disarankan melakukan sell on high.
  • Sentimen penekan pasar berasal dari konflik AS-Iran, rencana kenaikan tarif royalti tambang, hingga kekhawatiran penyebaran Hantavirus di Indonesia.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (11/5/2026) diprediksi kembali mengalami pelemahan.

Tercatat, pada penutupan perdagangan Jumat (8/5/2026), IHSG berakhir anjlok 2,86 persen ke level 6.969,40.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menjelaskan, bursa Asia pada perdagangan pekan kemarin disebabkan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, yakni perang Amerika Serikat dan Iran.

Baca juga: IHSG Mulai Pulih dari Tekanan Ketidakpastian Global, OJK: Investor Ritel Banyak Masuk Pasar Modal

Untuk hari ini, kata Fanny, IHSG berpotensi short term teknikal rebound atau kenaikan harga saham sementara setelah mengalami penurunan tajam, dengan rentang 7.070-7.130.

"Tapi gunakan untuk sell on high (membeli saham saat rendah dan jual lagi saat tinggi) karena IHSG masih rentan kembali koreksi. Support IHSG di kisaran 6.650-6.850 dan resist 7.070-7.130," paparnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal serupa juga disampaikan VP of Equity Retail Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi yang memproyeksikan, IHSG akan cenderung melemah dalam rentang level support 6.892 dan resistance 7.095.

Audi bilang pergerakan pasar saham akan dipengaruhi oleh beberapa sentimen. 

Pertama, kekhawatiran dampak usulan revisi Peraturan Pemerintah No 19/2025 terkait kenaikan tarif royalti untuk pertambangan seiring dengan adanya potensi windfall profit akibat kenaikan harga komoditas.

Emas, misalnya, yang tarif dasar diusulkan naik dari 7 persen menjadi 14 persen. 

Sementara tarif efektif tembaga berpotensi naik dari 10 persen menjadi 12 persen dengan asumsi harga rata-rata tembaga 2026 sebesar US$ 12.655 per ton.

“Hal ini cenderung memberikan dampak pada margin emiten related dan di respon negatif oleh pasar secara langsung pada 8 Mei 2026 mendatang,” jelas Audi.

Tak hanya itu, kata Audi, IHSG  juga akan dipengaruhi oleh keberlanjutan geopolitik yang belum mencapai kesepakatan damai antara Amerika Serikat-Iran karena saat ini masih dalam 30 hari negosiasi komprehensif. 

Menurutnya, kika tidak ada kesepakatan maka kekhawatiran dapat kembali ke eskalasi militer. Terakhir, pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi oleh kekhawatiran menyebarnya varian Hantavirus di Indonesia juga cenderung membuat respon pasar reposisi pada emiten kesehatan. 

Pengamat Pasar Modal & Co-Founder Pasardana Hans Kwee menambahkan, pasar saat ini juga masih menantikan hasil peninjauan oleh MSCI pada 13 Mei 2025. 

Dia mencermati ada antisipasi pelaku pasar khususnya di saham konglomerasi. 

Mengingat pekan ini perdagangan hanya tiga hari, Hans menilai pelaku pasar akan cenderung mengurangi spekulasi. 

Hans memproyeksikan IHSG menguat dengan support 6.900–6.850 dan resistance di level 7.000–7.207.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas