Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hari Raya Waisak, Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Kendalikan Ego Demi Perdamaian Dunia

Menag Nasaruddin Umar mengajak umat beragama mengendalikan ego karena banyak persoalan sosial dan konflik berawal dari sikap tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hari Raya Waisak, Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Kendalikan Ego Demi Perdamaian Dunia
HO/Kemenag
HARI RAYA WAISAK - Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 BE / 2026 M di Wihara Ekayana Arama Indonesia Buddhist Centre, Duri Kepa, Jakarta Barat, Minggu (31/5/2026). Pada kesempatan itu, Menag mengajak seluruh umat mengendalikan ego demi keharmonisan dan kedamaian dunia. 
Ringkasan Berita:
  • Menag Nasaruddin Umar mengajak umat beragama mengendalikan ego demi membangun perdamaian.
  • Menurut Menag, banyak persoalan dari tingkat keluarga hingga dunia berawal dari ego yang tidak terkendali.
  • Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 BE mengangkat pesan cinta kasih, toleransi, dan pelepasan ego.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat beragama untuk mengendalikan ego pribadi maupun kelompok demi mewujudkan kedamaian dunia.

Pesan kebangsaan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 BE (Buddhist Era) di Wihara Ekayana Arama Indonesia Buddhist Centre, Duri Kepa, Jakarta Barat, Minggu (31/5/2026).

Nasaruddin menjelaskan bahwa sebagian besar konflik yang terjadi di belahan dunia saat ini berakar dari ego yang tidak terkendali, sehingga nilai agama harus dihayati sebagai sarana peredam emosi.

"Kalau kita berhasil menjinakkan ego kita, bukan saja persoalan pribadi dan keluarga yang selesai, tetapi juga persoalan kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan, bahkan dunia," ujar Nasaruddin Umar.

Puncak perayaan Waisak di wihara tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri sekitar 9.500 umat Buddha serta 28 biksu dan biksuni dari Sangha Agung Indonesia, perhimpunan persaudaraan para biksu. Rangkaian ibadah diawali secara sakral melalui prosesi pindapata—tradisi pemberian dana makanan dari umat kepada para biksu—serta puja bakti Waisak.

Baca juga: Prabowo di Hari Waisak 2570 BE: Indonesia Bangsa Besar karena Keberagaman

Dalam kesempatan yang sama, Bhante Nyana Gupta menyatakan bahwa peringatan tahunan ini mengusung tema "Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia" dengan subtema "Waisak Ingatkan Kita Cara Melepas Ego".

Menariknya, pihak wihara mengungkapkan bahwa pendalaman Dharma atau ajaran kebenaran Buddha bagi generasi muda dan remaja kali ini sengaja digelar selama satu bulan penuh karena terinspirasi dari tradisi keagamaan umat Muslim.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kita terinspirasi oleh teman-teman Muslim, kita juga mempraktikkannya dalam satu bulan. Dan kegiatan-kegiatan lain, sebagai pendalaman Dharma. Kegiatan anak muda, dan nanti akan ditutup khusus dengan Waisak untuk remaja,” tukas Bhante Nyana Gupta.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas