Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Lewat Smart Lab 2.0, ParagonCorp Hadirkan Riset Kosmetik yang Lebih Adaptif dan Presisi

ParagonCorp perkuat Smart Lab 2.0 sebagai ekosistem riset berbasis AI untuk hadirkan inovasi produk yang lebih presisi dan relevan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Content Writer
zoom-in Lewat Smart Lab 2.0, ParagonCorp Hadirkan Riset Kosmetik yang Lebih Adaptif dan Presisi
Dok. ParagonCorp
PARAGONCORP SMART LAB - Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp dr Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E, FINSDV memaparkan transformasi riset dan pengembangan ParagonCorp menuju Smart Lab 2.0 berbasis kecerdasan buatan dalam forum Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM - Di balik setiap produk kecantikan yang sampai ke tangan konsumen Indonesia, terdapat proses panjang yang melibatkan berbagai keputusan ilmiah, mulai dari pemilihan bahan aktif, stabilitas formula, hingga pengembangan shade yang sesuai dengan karakteristik kulit konsumennya.

Bagi PT Paragon Technology and Innovation atau ParagonCorp yang saat ini memiliki lebih dari 17 brand dan lebih dari 2.000 portofolio produk aktif, kompleksitas tersebut terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan konsumen akan produk yang semakin personal, presisi, dan relevan.

Menjawab tantangan itu, ParagonCorp memperkuat transformasi riset dan pengembangannya melalui pengembangan Smart Lab 2.0. Pada tahap ini, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai terintegrasi dalam proses formulasi, pengelolaan bahan baku, hingga pengembangan platform konsumen.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp dr Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E, FINSDV melalui presentasi bertajuk "AI-Driven Formulation: Accelerating Ingredient Discovery & Intelligent Experiment Design".

Paparan tersebut disampaikan dalam forum Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI) di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Baca juga: ParagonCorp Buka Pendaftaran Inspiring Lecturer Program 2026, Perkuat Peran Dosen Penggerak

Sebagai forum B2B bagi ekosistem bahan baku, formulasi, dan teknologi kosmetik di Indonesia, ICI 2026 menjadi ruang kolaborasi strategis bagi pelaku industri dalam membahas arah masa depan industri kosmetik nasional, termasuk pemanfaatan AI dalam proses riset dan pengembangan.

Transformasi R&D ParagonCorp sendiri berlangsung secara bertahap. Perjalanan itu dimulai dari sistem berbasis kertas dan logbook manual. Kemudian, berkembang menuju Smart Lab 1.0 melalui platform formulasi berbasis web hingga kini memasuki fase Smart Lab 2.0 yang mana AI mulai dibangun di atas infrastruktur digital yang telah terintegrasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Ke depan, ParagonCorp juga menyiapkan pengembangan menuju Smart Lab 3.0 yang mencakup robotic formulation, automated warehouse, hingga close-system automated pilot scale.

"Kami tidak lagi berada pada tahap digitalisasi dasar, tetapi mulai membangun lapisan AI di atas infrastruktur R&D yang telah terintegrasi. Tujuannya, bukan hanya mempercepat inovasi, tetapi juga membantu proses riset menjadi lebih adaptif, sistematis, dan scalable," ujar dr Sari.

Dalam implementasinya, AI kini telah digunakan di berbagai lini R&D ParagonCorp. Salah satunya melalui AI Color Matching dalam proses formulasi produk kosmetik.

Baca juga: ParagonCorp Hadirkan Ruang Refleksi Perempuan di Hari Kartini lewat Womens Space

Dengan pendekatan berbasis kalibrasi spektrofotometer dan colorant tinting database, sistem tersebut mampu menghasilkan formula warna prediktif dengan tingkat akurasi lebih dari 95 persen, sekaligus memangkas waktu formulasi hingga sekitar 60 persen dibandingkan proses konvensional.

Pemanfaatan AI juga mendukung proses ingredient discovery dan intelligent experiment design melalui pengolahan biological big data, mulai dari skin genomics, metabolomics, hingga skin microbiome. Pendekatan tersebut membantu tim peneliti mengidentifikasi kandidat ingredient yang lebih potensial dan relevan untuk berbagai kebutuhan kulit, mulai dari brightening, anti-acne, hingga skin barrier.

Inovasi yang Lebih Inklusif

Tidak hanya pada percepatan proses riset, pemanfaatan AI juga membuka peluang bagi ParagonCorp untuk menghadirkan inovasi yang lebih inklusif dan tepat sasaran.

Melalui pembangunan dataset warna kulit dari lebih dari 1.000 perempuan Indonesia, perusahaan dapat mengembangkan shade produk yang lebih representatif terhadap keberagaman konsumen lokal, mulai dari kategori cushion hingga foundation.

"AI membantu kami memahami konsumen Indonesia secara lebih mendalam, bukan hanya dari sisi preferensi, tetapi juga karakteristik biologis kulitnya. Dari sanalah inovasi yang benar-benar relevan dapat lahir," kata dr Sari.

Baca juga: ParagonCorp Buka Program Management Trainee 2026, Terbuka bagi Fresh Graduate S1 dan S2

Di balik transformasi tersebut, ParagonCorp menegaskan bahwa teknologi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi konsumen dan industri.

Dalam implementasinya, AI diposisikan sebagai co-pilot yang membantu tim peneliti bekerja lebih cepat dan lebih terarah tanpa menggantikan pertimbangan ilmiah ataupun tanggung jawab manusia yang menjadi fondasi utama dalam proses pengembangan produk.

"AI bagi kami adalah co-pilot, bukan autopilot. AI membantu mempercepat proses dan membuka kemungkinan baru, tetapi sentuhan manusia tetap menjadi penentu utama dalam menghadirkan inovasi yang bertanggung jawab," tegas dr Sari.

Menurut dr Sari, setiap percepatan yang dihadirkan AI pada akhirnya harus bermuara pada manfaat nyata bagi konsumen, mulai dari formulasi yang lebih presisi, shade yang lebih representatif, hingga proses inovasi yang lebih efisien dan minim waste dalam pengembangannya.

Partisipasi ParagonCorp dalam ICI 2026 sendiri menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendorong perkembangan industri kosmetik nasional yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Baca juga: Dari Dialog ke Aksi: ParagonCorp Dorong Sirkularitas Plastik di Beauty Science Tech 2026

Sebagai perusahaan yang terus bertumbuh bersama industri, ParagonCorp percaya bahwa pemanfaatan AI secara bertanggung jawab dengan tetap mengedepankan keamanan, etika, dan kebutuhan konsumen merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan industri kosmetik Indonesia yang semakin personal, inklusif, dan berdaya saing global.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas