Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ada Rebalancing, IHSG Ditutup Melemah 1,98 Persen ke Level 6.723,32

IHSG di Bursa Efek Indonesia sore ini melemah 1,98 persen atau merosot 135,57 poin ke level 6.723,32 pada penutupan perdagangan Rabu sore.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Ada Rebalancing, IHSG Ditutup Melemah 1,98 Persen ke Level 6.723,32
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
DITUTUP MELEMAH - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia sore ini melemah 1,98 persen atau merosot 135,57 poin ke level 6.723,32 pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026) sore. 
Ringkasan Berita:
  • IHSG di Bursa Efek Indonesia sore ini melemah 1,98 persen atau merosot 135,57 poin ke level 6.723,32 pada penutupan perdagangan Rabu sore.
  • Sejumlah saham sektoral terpantau melemah dengan penurunan terdalam terjadi pada saham di sektor barang baku 4,43 persen, disusul saham sektor infrastruktur 2,72 persen.
  • Total volume perdagangan saham mencapai 38,43 miliar dengan nilai transaksi Rp 19,33 triliun dan total saham yang turun 416 serta 239 saham lainnya menguat dan 163 stagnan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia sore ini melemah 1,98 persen atau merosot 135,57 poin ke level 6.723,32 pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026) sore.

Seperti terjadi pada perdagangan sesi I siang tadi, pelemahan IHSG sore ini juga karena sentimen negatif pasar terhadap rebalancing MSCI yyang mengeluarkan banyak saham dari Indonesia.

Sejumlah saham sektoral terpantau melemah dengan penurunan terdalam terjadi pada saham di sektor barang baku 4,43 persen, disusul saham sektor infrastruktur 2,72 persen, energi 1,61 persen, dan saham di sektor barang consumer non primer 1,40 persen.

Pelemahan juga terjadi pada saham-saham di sektor kesehatan sebesar 1,22 persen dan saham sektor teknologi 0,71 persen, saham sektor properti dan real estate 0,70 persen, saham sektor keuangan 0,58 persen.

Saham di sektor barang consumer primer juga ikut turun sebesar 0,44 persen. Saham sektoral yang naik harga adalah saham sektor transportasi dan perindustrian yang menguat masing-masing 4,89 persen dan 1,26 persen.

Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 38,43 miliar dengan nilai transaksi Rp 19,33 triliun. 

Rekomendasi Untuk Anda

Saham-saham yang turun sebanyak 416 dan 239 saham lainnya menguat dan 163 saham stagnan.

Top losers LQ45:

1. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) 10,05 persen ke Rp 850 per saham
2. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 9,09% ke Rp 3.700 per saham
3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 8,77% ke Rp 2.080 per saham

Baca juga: IHSG Sesi Pertama Ambles 1,81 Persen, Investor Panik Usai Pengumuman MSCI Menghantam Bursa

Top gainers LQ45:

1. PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) 4,52% ke Rp 4.160 per saham
2. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) 4,10% ke Rp 2.540 per saham
3. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) 2,11% ke Rp 484 per saham

Co-founder PasarDana dan Praktisi Pasar Modal, Hans Kwee, menyampaikan, pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi pengumuman hasil review indeks global MSCI periode Mei 2026. 

"Pelaku pasar seharusnya lebih tenang dan tidak terjebak dalam kepanikan jual (panic selling)," papar Hans.

Menurutnya, perlu dipahami bahwa penghapusan (deletion) sejumlah emiten dari indeks ini lebih bersifat teknikal terkait metodologi bobot dan likuiditas, bukan serta-merta mencerminkan kerusakan fundamental pada perusahaan tersebut. 

Baca juga: Investor Disarankan Tidak Panik Pasca Pencoretan 6 Saham di BEI oleh MSCI

Ia menyebut, selain itu banyak pelaku pasar dan fund manager sudah mengantisipasi penghapusan saham tersebut oleh MSCI dalam beberapa bulan terakhir.

"Fund manager pasif sebagian akan memanfaatkan periode terakhir di 29 Mei untuk melakukan rebalancing portofolionya mengikuti pengumuman MSCI," paparnya.

"Di balik volatilitas jangka pendek ini, justru terbuka peluang untuk melakukan akumulasi pada saham-saham blue chip dan sektor Small Cap yang harganya terkoreksi secara anomali akibat kepanikan dan tekanan jual paksa (forced selling) oleh fund manager pasif," ujarnya.

Buka Peluang Akumulasi Saham Blue Chip

Di tengah volatilitas pasar, Hans melihat koreksi yang terjadi justru dapat membuka peluang akumulasi, terutama pada saham blue chip dan small cap yang tertekan akibat aksi jual paksa.

"Di balik volatilitas jangka pendek ini, justru terbuka peluang untuk melakukan akumulasi pada saham-saham blue chip dan sektor small cap yang harganya terkoreksi secara anomali akibat kepanikan dan tekanan jual paksa (forced selling) oleh fund manager pasif," ungkapnya.

Hans juga menyoroti pentingnya transparansi dan reformasi pasar modal domestik agar Indonesia dapat meningkatkan kredibilitas di mata lembaga pemeringkat global seperti MSCI.

Menurutnya, peran Otoritas Jasa Keuangan serta self-regulatory organization (SRO) seperti Bursa Efek Indonesia, KPEI dan KSEI menjadi krusial dalam memperkuat perlindungan investor dan keterbukaan informasi.

Hans menilai pengalaman India dapat menjadi contoh bagaimana reformasi pasar dan penguatan investor domestik mampu membuat pasar modal kembali menarik bagi investor global.

"Pengumuan MSCI ini bisa jadi bottom dari koreksi IHSG sebelum kembali bangkit mengikuti fundamental perusahaan," ucapnya.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas