Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

IHSG Ambles 1,43 Persen, Nilai Tukar Rupiah Jebol Rp17.500 per Dolar AS

Rupiah dibuka di level Rp 17.479 per dolar AS, atau melemah 0,37 persen dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp 17.414 per dolar AS.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in IHSG Ambles 1,43 Persen, Nilai Tukar Rupiah Jebol Rp17.500 per Dolar AS
Tribunnews/JEPRIMA
PERGERAKAN IHSG - Pekerja beraktivitas di Galeri PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta. IHSG sesi pertama ditutup turun 1,43% atau 98,49 poin ke level 6.807,12 dari posisi penutupan kemarin 6.905,62. 

Ringkasan Berita:
  • IHSG sesi I turun 1,43 persen ke level 6.807,12, sementara rupiah melemah hingga Rp17.508 per dolar AS.
  • Pasar saham dibayangi hasil review MSCI dan potensi keluarnya saham big cap yang memicu kekhawatiran capital outflow.
  • Konflik AS-Iran, lonjakan harga minyak dunia, dan ancaman PHK domestik turut menekan sentimen pasar Indonesia.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 di level 5,61 persen, tidak mampu membawa sentimen terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Pada perdagangan Selasa (12/5/2026), IHSG sesi pertama ditutup turun 1,43 persen atau 98,49 poin ke level 6.807,12 dari posisi penutupan kemarin 6.905,62.

Sebanyak 456 saham turun, 192 saham naik, dan 166 saham stagnan. 

Baca juga: Rupiah Anjlok ke Rp17.508 per Dolar AS, Pasar Mulai Kehilangan Kepercayaan Terhadap Indonesia?

Total volume perdagangan mencapai 18,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 7,5 triliun.

Pelemahan IHSG hari ini dibayangi akan diumumkannya hasil review indeks MSCI.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International) digunakan sebagai kompas oleh manajer dana asing untuk alokasi investasi global.

Senior Technical Analyst, Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan, terdapat kekhawatiran terkait potensi keluarnya beberapa saham big cap, seperti BREN dan DSSA pada pengumuman sebelumnya, karena kebijakan High Shareholder Concentration (HSC).

"Fokus utama pasar pada hari ini adalah pengumuman hasil quarterly review dari MSCI," papar Nafan dikutip Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, spekulasi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya aliran modal keluar asing yang signifikan. 

Di sisi lain, kata Nafan, terjadi kemunduran diplomatik baru antara Washington dan Teheran, dimana pada 11 Mei 2026, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi baru terhadap 12 entitas dan individu yang dituduh memfasilitasi perdagangan minyak ilegal Iran ke Tiongkok.

Pergerakan Rupiah

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp 17.479 per dolar AS, atau melemah 0,37 persen dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp 17.414 per dolar AS.

Tekanan rupiah kembali berlanjut, sekitar pukul 09.45 WIB, rupiah sentuh level Rp 17.506 atau melemah 0,53 persen, dan pukul 09.50 WIB melanjutkan pelemahan ke posisi Rp17.508 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan mata uang rupiah dipicu kombinasi sentimen eksternal dari memanasnya konflik di Timur Tengah dan persoalan domestik yang dinilai belum sepenuhnya mendukung penguatan rupiah.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas