Optimalkan Sektor Perdagangan dan Industri, Hubungan Ekonomi Indonesia-Belarus Diperkuat
Indonesia Belarus Jaya menandatangani nota kesepahaman bisnis dengan sejumlah perusahaan asal Belarus senilai total Rp7 triliun.
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Indonesia Belarus Jaya menandatangani nota kesepahaman bisnis dengan sejumlah perusahaan asal Belarus senilai total Rp7 triliun.
- Indonesia memiliki komoditas seperti kakao dan kelapa sawit dapat diekspor ke Balarus.
- Sementara produk Belarus dapat diserap dan dimanfaatkan di Indonesia antara lain susu, kabel dan kawat, serta pupuk.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hubungan ekonomi Indonesia dan Balarus diperkuat dengan mengoptimalkan sektor perdagangan dan industri kedua negara.
Dalam membuka pasar yang lebih kompetitif bagi kedua negara, PT Indonesia Belarus Jaya, perusahaan di bawah naungan Jaya Group, menandatangani nota kesepahaman bisnis (Memorandum of Understanding/MoU) dengan sejumlah perusahaan asal Belarus senilai total Rp7 triliun.
Baca juga: Bertemu Menlu Belarus, Menko Airlangga Matangkan Rencana Kunjungan Presiden Lukashenko ke Indonesia
CEO Jaya Group Tomy Suhartanto menegaskan, pembentukan PT Indonesia Belarus Jaya merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung hubungan bilateral Indonesia-Belarus melalui langkah konkret di sektor perdagangan dan industri.
“PT Indonesia Belarus Jaya adalah perusahaan yang dibentuk di bawah naungan Jaya Group. Fokus dan concern kami adalah men-support dan melakukan action nyata untuk mendukung kerja sama bilateral Indonesia dan Belarus,” ujar Tomy dikutip Sabtu (16/5/2026).
Menurut Tomy, kerja sama tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi unggulan kedua negara agar dapat saling diserap dan dimanfaatkan oleh pasar masing-masing.
“Concern kami dalam kerja sama ini adalah mengoptimalkan segala potensi yang ada di kedua negara. Indonesia memiliki komoditas seperti kakao dan kelapa sawit, sementara produk-produk Belarus yang dapat diserap dan dimanfaatkan di Indonesia antara lain susu, kabel dan kawat, serta pupuk,” katanya.
Adapun PT Indonesia Belarus Jaya menandatangani MoU dengan sejumlah perusahaan Belarus, yakni OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, Energi Complekt, OJSC Dolomite, dan Belindo Trade.
Tomy menegaskan, penandatanganan kerja sama bisnis tersebut bukan hanya untuk kepentingan bisnis semata, tetapi juga untuk mendukung agenda strategis pemerintah dalam memperkuat hubungan ekonomi internasional Indonesia.
“Tujuan kami menandatangani MoU ini selain untuk men-support pemerintah, juga untuk memberikan daya saing yang kompetitif bagi market Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menekankan komitmen Jaya Group untuk menjaga reputasi Indonesia dalam kerja sama internasional.
“Jaya Group berkomitmen menjaga nama baik Indonesia dan memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia,” tegas Tomy.
Baca juga: Pemerintah Indonesia-Belarus Sepakati Roadmap Pengembangan Kerja Sama Ekonomi
Penandatanganan kerja sama bisnis tersebut dilakukan bersamaan dengan penandatanganan Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia–Belarus Bidang Kerja Sama Ekonomi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Republik Belarus Viktor Karankevich.
“Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini harus dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus,” ujar Airlangga.
Menurut Tomy, fondasi hubungan kedua negara telah dibangun sejak era presiden Abdurrahman Wahid dan memiliki peluang besar untuk berkembang lebih optimal pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut, antara lain Duta Besar RI untuk Moskow Jose Antonio Morato Tavares, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga, Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Punjul Setya Nugraha, serta perwakilan kementerian/lembaga terkait, APINDO, dan KADIN Indonesia.