Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pegadaian Cetak Laba Bersih Rp4,38 Triliun di Awal 2026, Melesat 87 Persen

Pegadaiaan menorehkan kinerja positif pada periode 30 April 2026 dengan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp4,38 triliun.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in Pegadaian Cetak Laba Bersih Rp4,38 Triliun di Awal 2026, Melesat 87 Persen
Dok. Pegadaian
TOREHAN LABA BERSIH - PT Pegadaian kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan menorehkan kinerja positif pada periode 30 April 2026. 

TRIBUNNEWS.COM - PT Pegadaian kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan menorehkan kinerja positif pada periode 30 April 2026.

Melalui strategi bisnis yang adaptif dan ekspansi ekosistem emas yang agresif, Pegadaian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp4,38 triliun, tumbuh 87,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 sebesar Rp 2,34 triliun.

Akselerasi performa gemilang ini juga tercermin dari realisasi total aset yang kini mencapai Rp 183,8 triliun, atau meningkat 56 persen dari tahun lalu yang tercatat sebesar Rp117,8 triliun.

Pertumbuhan aset ini ditopang kuat oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp 153,6 triliun, naik 58,8 persen dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp96,7 triliun.

Pencapaian impresif ini berjalan beriringan dengan kualitas pembiayaan yang semakin sehat dan pruden. Hal ini dibuktikan dengan penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) secara signifikan dari 0,82 persen pada periode 30 April 2025 menjadi 0,51 persen pada periode yang sama di tahun 2026.

Berkat pengelolaan portofolio yang solid, Pegadaian berhasil mencatatkan peningkatan rasio profitabilitas secara berkelanjutan. Rasio Return on Asset (ROA) terdongkrak menjadi 7,49 persen dan Return on Equity (ROE) menyentuh angka 29,72 persen.

Tidak hanya itu, manajemen juga berhasil melakukan optimalisasi biaya operasional. Efisiensi yang impresif ini terlihat dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang berhasil ditekan ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir, yakni sebesar 59,71 persen pada periode ini.

Baca juga: Dukung Asta Cita Pemerintah, Pegadaian Kukuhkan Posisi sebagai Wajah Utama Bank Emas Indonesia

Rekomendasi Untuk Anda

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas pencapaian ini, terlebih momentum ini bertepatan dengan usia Pegadaian yang kini menginjak 125 tahun.

“Tidak mudah untuk menjaga konsistensi pertumbuhan selama satu seperempat abad tanpa adanya loyalitas dan kepercayaan yang besar dari nasabah. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia yang terus menjadikan Pegadaian sebagai mitra finansial utama. Pencapaian ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian,” ujar Damar.

Damar menambahkan, memasuki usia baru ini, Pegadaian berkomitmen untuk terus bertransformasi mengawinkan aspek digital dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Hadirnya komoditas anyar seperti layanan Bulion dan kemudahan digital lewat aplikasi Tring! Diharapkan mampu menjadi lokomotif baru yang mempermudah lintas generasi dalam berinvestasi aman bersama Pegadaian,” tambahnya.

Komitmen Pegadaian untuk memimpin pasar investasi juga diwujudkan melalui ekspansi ekosistem emas secara menyeluruh. Pegadaian secara resmi mencatatkan sejarah sebagai pelopor dan perusahaan pertama di Indonesia yang mengantongi izin operasional untuk menjalankan kegiatan usaha bulion (Bank Emas) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion Nomor S-325/PL.02/2024.

Komitmen Pegadaian untuk memimpin pasar investasi juga diwujudkan melalui ekspansi ekosistem emas secara menyeluruh. Pegadaian secara resmi mencatatkan sejarah sebagai pelopor dan perusahaan pertama di Indonesia yang mengantongi izin operasional untuk menjalankan kegiatan usaha bulion (Bank Emas) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion Nomor S-325/PL.02/2024.

Baca juga: Berkat Komitmen Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Jadi “Best of the Best” di BEMA 2026

Melalui legalitas tersebut, Pegadaian kini menghadirkan portofolio produk Bulion Services terlengkap di Tanah Air, meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas. Pegadaian dinilai memiliki kesiapan infrastruktur yang paling mumpuni untuk mengoperasikan sistem Bank Emas ini. 

Selain fakta bahwa 90 persen agunan gadai di Pegadaian berupa emas, perusahaan juga memiliki jaringan ruang penyimpanan emas (vault) dengan standar keamanan internasional terbesar di Indonesia.

“Emas terbukti menjadi aset aman (safe haven) yang paling bersinar dan diminati masyarakat. Dengan hadirnya Layanan Bulion terintegrasi ini, kami optimis dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih besar terhadap roda perekonomian nasional, sekaligus mewujudkan misi jangka panjang untuk MengEMASkan Indonesia,” tutup Damar.

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas