Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Tak Lagi Repot Cari Kembalian, Transformasi Digital Warung Ibu Nurul Lewat QRIS BRI

Pergeseran gaya hidup masyarakat, terutama di kawasan urban seperti Depok, memaksa pedagang untuk beradaptasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Tak Lagi Repot Cari Kembalian, Transformasi Digital Warung Ibu Nurul Lewat QRIS BRI
Tribunnews.com/Dodi Esvandi
Warung Makan Ibu Nurul di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Saat ini pelanggan yang berbelanja di warung itu lebih banyak dengan menggunakan QRIS. 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK – Di tengah hiruk-pikuk jam makan siang di kawasan Grand Depok City (GDC), Sunarsih (50) tampak cekatan melayani antrean pelanggan yang memadati warung nasinya.

Namun, ada yang berbeda dari pemandangan di meja kasirnya.

Alih-alih dipenuhi tumpukan uang kertas lusuh atau koin kembalian, Sunarsih kini lebih sering menyodorkan sebuah papan kecil berlogo kode batang (QR Code).

Baca juga: Melek Digital, QRIS jadi Andalan UMKM di Lokasi Wisata: Jualan Laris Manis, Transaksi Makin Praktis

"Dulu saya sempat takut, mikirnya pasti ribet pakai teknologi begini. Tapi ternyata, ini malah jadi kunci warung saya makin ramai," ujar wanita yang akrab disapa Bude ini sambil tersenyum.

Sebagai pedagang yang sudah malang melintang selama 20 tahun di dunia kuliner—mulai dari berjualan sayur keliling hingga memiliki warung sendiri—Sunarsih awalnya sangat konvensional.

Baginya, transaksi yang sah adalah ketika uang tunai berpindah tangan.

Namun, pergeseran gaya hidup masyarakat, terutama di kawasan urban seperti Depok, memaksanya untuk beradaptasi.

Ibu Sunarsih, pemilik Warung Makan Ibu Nurul di Kelurahan Tirtajaya,
Ibu Sunarsih, pemilik Warung Makan Ibu Nurul di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.
Rekomendasi Untuk Anda

Seringkali, pelanggan yang melintas di depan warungnya batal mampir hanya karena tidak memegang uang tunai.

"Dulu sering ada yang tanya, 'Bisa QRIS tidak?'. Saya jawab tidak bisa, paling transfer. Tapi kan transfer manual itu lama, harus cek mutasi dulu," kenangnya.

Melihat peluang yang hilang, Sunarsih akhirnya memantapkan hati saat petugas dari BRI menawarkan pemasangan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Langkah yang awalnya diambil dengan ragu itu ternyata menjadi pintu masuk bagi peningkatan omzet yang signifikan.

Efek Psikologis "Tinggal Scan"

Semenjak memasang QRIS BRI, Sunarsih merasakan perubahan perilaku pada pelanggannya.

Transaksi non-tunai ternyata memberikan keleluasaan bagi pembeli untuk berbelanja lebih banyak tanpa rasa khawatir akan isi dompet fisik mereka.

"Orang sekarang kan jarang bawa dompet, tapi pasti bawa HP. Dengan QRIS, mereka jadi lebih royal. Yang tadinya mau belanja Rp50.000, eh lihat lauk enak, mereka ambil saja lagi karena tinggal scan. Tidak perlu pusing hitung-hitung uang kembalian di dompet," jelas Sunarsih.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas