Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Libatkan Peritel, Kemenperin Buka Akses Pasar Produk IKM Lokal 

Kemenperin memperluas akses pasar industri kecil dan menengah melalui pelibatan peritel modern.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Libatkan Peritel, Kemenperin Buka Akses Pasar Produk IKM Lokal 
Tribunnews.com/dok.
AKSES PASAR IKM - Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin meneken kerjasama dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk, peritel MR.DIY di Jakarta. Kerjasama ini untuk memperkuat produk IKM Indonesia agar semakin kompetitif dan membuka akses distribusi yang lebih luas. 
Ringkasan Berita:
  • Kemenperin memperluas akses pasar industri kecil dan menengah melalui pelibatan peritel modern.
  • Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin meneken kerjasama dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk, peritel MR.DIY di Jakarta.
  • Kerjasama ini untuk memperkuat produk IKM Indonesia agar semakin kompetitif dan membuka akses distribusi yang lebih luas.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus memperkuat daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) nasional melalui perluasan akses pasar dan penguatan kemitraan dengan sektor ritel modern.

Diantaranya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk atau MR.DIY di Jakarta.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri nasional, khususnya bagi pelaku IKM agar semakin kompetitif di pasar domestik maupun global.

"Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan ekosistem pemasaran yang lebih kuat agar produk IKM Indonesia semakin kompetitif, memiliki akses distribusi yang lebih luas, dan mampu menjangkau pasar yang lebih besar," tutur Agus melalui keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).

Agus menyebut, industri manufaktur nasional masih menunjukkan kinerja positif di tengah tekanan ekonomi global. 

Pada triwulan I 2026, industri pengolahan tumbuh 5,04 persen dan berkontribusi 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

"Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor industri manufaktur tetap menjadi penopang utama perekonomian nasional," ucap Menperin.

Baca juga: Incar Pasar Timur Tengah, Kemenperin Genjot Sertifikasi Halal Keramik IKM

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) April 2026 tercatat berada di level ekspansif sebesar 51,75. Menurut Agus, kondisi itu menunjukkan sektor industri nasional masih memiliki daya tahan dan kemampuan adaptasi yang baik.

"Kondisi ini menunjukkan pentingnya memperkuat pasar domestik dan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sebagai fondasi utama memperkuat daya saing industri nasional, khususnya sektor IKM," imbuh Agus.

Kerja sama yang berlaku selama dua tahun itu mencakup pertukaran data dan informasi, fasilitasi promosi dan perluasan pasar, pengembangan jejaring kemitraan, hingga bimbingan teknis dan pendampingan pemasaran produk IKM.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengatakan, IKM memiliki peran strategis dalam memperkuat struktur industri nasional sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah. Berdasarkan data BPS 2025, jumlah IKM di Indonesia mencapai 4,43 juta unit usaha atau sekitar 99,79 persen dari total industri nasional.

Baca juga: Kabar Baik! Perlengkapan Haji 2026 Banyak Dipasok IKM Lokal, Ini Daftarnya

"Pada triwulan I tahun 2026, IKM memberikan kontribusi sebesar 21,71 persen terhadap output industri nasional dan menyerap lebih dari 13 juta tenaga kerja. Artinya, penguatan IKM sama dengan memperkuat fondasi ekonomi bangsa," terang Reni.

Ia berharap semakin banyak produk IKM binaan Kemenperin yang mampu masuk ke rantai pasok MR.DIY dengan kualitas yang kompetitif dan inovatif.

"Kehadiran MR.DIY sebagai mitra ritel modern nasional menjadi peluang besar bagi IKM untuk memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk lokal," ujar Reni.

Direktur PT Daya Intiguna Yasa Tbk Rika Juniaty Tanzil menyebut, kerja sama tersebut sejalan dengan komitmen MR.DIY dalam mendukung pengembangan produk lokal.

"Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung pemberdayaan pelaku usaha lokal serta pengembangan produk lokal berkualitas. Saat ini hampir 300 pemasok lokal, termasuk pelaku IKM, telah menjadi bagian dari jaringan pemasok ritel MR.DIY," ucap Rika.

Menurutnya, pengembangan pelaku usaha lokal tidak cukup hanya melalui perluasan akses pasar, tetapi juga membutuhkan pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha secara berkelanjutan.

"Kami berharap kolaborasi ini dapat membantu lebih banyak produk lokal berkualitas menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing industri nasional, serta menciptakan ekosistem kemitraan yang positif antara pemerintah, sektor swasta dan pelaku usaha lokal," jelas Rika.

 

Foto : UMKM - (kanan-kiri) Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita berfoto bersama Direktur PT Daya Intiguna Yasa Tbk Rika Juniaty Tanzil seusai penandatanganan Nota Kesepahaman di Jakarta. 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas