5 Populer Internasional: Menguatnya Ringgit Malaysia - Daftar Kerugian AS dalam Perang Iran
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Ringgit Malaysia menguat terhadap dolar AS dan mata uang lain karena prospek ekonomi membaik
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Ringgit Malaysia menguat terhadap dolar AS dan mata uang utama lain karena prospek ekonomi membaik serta meredanya ketegangan geopolitik.
- Laporan CRS mengungkap Amerika Serikat kehilangan sedikitnya 42 pesawat militer selama perang melawan Iran.
- Aktivis Global Sumud Flotilla menceritakan perlakuan kasar tentara Israel saat ditahan setelah misi kemanusiaan ke Gaza.
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah isu internasional menjadi perhatian utama dalam 24 jam terakhir.
Ringgit Malaysia menguat terhadap dolar AS dan mata uang lainnya karena optimisme tentang membaiknya kondisi ekonomi Malaysia serta meredanya tensi geopolitik Timur Tengah.
Sementara itu, laporan CRS menyebut AS kehilangan sedikitnya 42 pesawat militer selama perang melawan Iran.
Berikut berita populer internasional selengkapnya.
1. Nilai Mata Uang Tetangga Indonesia Terus Menguat, Ini Faktor yang Menopang Kekuatan Ringgit Malaysia
Ringgit Malaysia menguat terhadap dolar AS dan mata uang utama lainnya pada Jumat (22/5/2026), didukung oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta prospek makroekonomi Malaysia yang membaik, lapor New Straits Times.
Pada pukul 08.00 waktu setempat, ringgit menguat menjadi 3,9550/9645 (kurs beli/jual) terhadap dolar AS dari penutupan Kamis di level 3,9595/9630.
Kepala Ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd, Mohd Afzanizam Abdul Rashid, mengatakan optimisme bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran akan segera mencapai resolusi damai terus meningkat.
Ia mengatakan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dan Brent turun masing-masing 1,49 persen dan 2,32 persen menjadi 97,79 dolar AS per barel dan 102,58 dolar AS per barel.
“Menurut kantor berita Iran, Teheran sedang mengevaluasi proposal dari AS yang telah mempersempit kesenjangan sampai batas tertentu,” katanya kepada Bernama.
Ia juga menyebut ringgit diperkirakan tetap berada dalam posisi yang kuat di tengah latar belakang makroekonomi Malaysia yang positif, terutama karena surplus neraca transaksi berjalan meningkat menjadi 3,0 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I 2026, dari 0,5 persen pada kuartal sebelumnya.
“Selain itu, posisi fiskal pemerintah terus membaik, dengan defisit fiskal menyempit menjadi 17,1 miliar ringgit Malaysia atau 3,3 persen dari PDB pada kuartal I 2026, dari 21,9 miliar ringgit Malaysia atau 4,5 persen dari PDB pada periode yang sama tahun 2025. Oleh karena itu, ringgit diperkirakan tetap mendapat dukungan kuat di kisaran 3,95 hingga 3,96 terhadap dolar AS hari ini,” katanya.
Pada pembukaan perdagangan, ringgit juga diperdagangkan lebih tinggi terhadap sekeranjang mata uang utama.
Ringgit menguat terhadap poundsterling Inggris menjadi 5,3120/3247 dari 5,3220/3267 pada penutupan Kamis, menguat terhadap euro menjadi 4,5945/6056 dari 4,6037/6078 sebelumnya, dan naik terhadap yen Jepang menjadi 2,4866/4928 dari 2,4906/4929.
Selain itu, ringgit juga menguat terhadap mata uang regional.
Ringgit menguat terhadap dolar Singapura menjadi 3,0949/1026 dari sebelumnya 3,0967/0997 dan menguat terhadap baht Thailand menjadi 12,1286/1648 dari sebelumnya 12,1304/1468.