Dunia Usaha Didorong Bangun Budaya Kepatuhan Berkelanjutan
kepatuhan tidak lagi dipandang semata sebagai kewajiban administratif, melainkan telah menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Sanusi
Ringkasan Berita:
- IRCA 2026 menyoroti meningkatnya peran strategis fungsi legal dan compliance dalam menghadapi tantangan bisnis dan regulasi yang semakin kompleks.
- Lebih dari 130 perusahaan dari 23 sektor industri berpartisipasi, menunjukkan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya budaya kepatuhan sebagai bagian dari strategi bisnis.
- Forum ini juga membahas tata kelola, manajemen risiko, ESG, hingga perlindungan data.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 mendorong budaya kepatuhan dan tata kelola perusahaan di Indonesia.
Pada tahun ketiga penyelenggaraannya, IRCA 2026 dihadiri para pimpinan perusahaan, praktisi hukum dan kepatuhan, regulator, akademisi, serta pemangku kepentingan dari berbagai sektor industri.
Baca juga: Permintaan Komponen Industri Alat Berat Meningkat di INAPA 2026
Chief Executive Officer Hukumonline Arkka Dhiratara mengatakan, tantangan global yang semakin kompleks telah mendorong fungsi legal dan compliance mengambil peran yang jauh lebih strategis di dalam perusahaan.
Menurut dia, kepatuhan tidak lagi dipandang semata sebagai kewajiban administratif, melainkan telah menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis dan daya saing perusahaan.
"Saat ini, legal dan compliance tidak lagi berada di belakang layar. Perannya bukan hanya memastikan perusahaan patuh terhadap regulasi, tetapi juga membantu perusahaan bergerak lebih cepat, lebih adaptif, dan lebih percaya diri di tengah perubahan," ujar Arkka dikutip Sabtu (23/5/2026).
Ia menyoroti, ketidakpastian geopolitik global, fragmentasi rantai pasok, perlambatan ekonomi dunia, percepatan transformasi digital dan Artificial Intelligence (AI), hingga meningkatnya tuntutan terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG) transparansi, perlindungan data, dan tata kelola perusahaan telah menghadirkan tantangan regulasi yang semakin kompleks bagi dunia usaha.
Di tengah dinamika tersebut, Arkka melihat kesadaran perusahaan terhadap pentingnya budaya kepatuhan terus meningkat. Hal itu tercermin dari jumlah partisipasi IRCA 2026 yang mencapai lebih dari 130 perusahaan dari berbagai sektor industri.
Baca juga: Bukan Lagi Dilema, APBI Ungkap Trilema Berat yang Hantui Industri Batu Bara Nasional
"Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa budaya kepatuhan di Indonesia semakin berkembang menjadi bagian penting dari strategi perusahaan," katanya.
Selain menghadirkan ajang penghargaan, IRCA 2026 juga diperluas menjadi forum strategis yang lebih komprehensif melalui penyelenggaraan Regulatory Compliance Summit dan Regulatory Compliance Breakout Sessions.
Kedua forum tersebut menjadi rangkaian yang menyajikan diskusi seputar perkembangan regulasi, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, ESG, perlindungan data, hingga tantangan kepatuhan lintas yurisdiksi.
Perwakilan Dewan Juri IRCA 2026 Natalia Soebagjo menilai, terdapat perkembangan positif dalam praktik kepatuhan perusahaan di Indonesia.
Menurut dia, semakin banyak perusahaan mulai memandang kepatuhan sebagai bagian integral dari keberlanjutan bisnis, lebih dari pemenuhan kewajiban formal.
"Sebagai Dewan Juri, kami tidak hanya melihat dokumen atau prosedur, tetapi bagaimana budaya kepatuhan benar-benar dijalankan dalam praktik sehari-hari," ujar Natalia.
Ia menambahkan, proses penjurian tahun ini berlangsung dinamis karena tingginya kualitas submission yang diterima. Penilaian dilakukan secara menyeluruh melalui evaluasi, pendalaman, dan diskusi antardewan juri dengan mempertimbangkan karakteristik bisnis serta tantangan regulasi di masing-masing sektor industri.