Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pelemahan Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Purbaya: Ekonomi Kami Kuat

Kata Menkeu Purbaya, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini belum berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pelemahan Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Purbaya: Ekonomi Kami Kuat
Tribunnews.com/Taufik Ismail
EKONOMI MASIH KUAT - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kondisi ekonomi masih kuat pemerintah masih memiliki anggaran cukup untuk menjalankan roda pemerintahan meski rupiah terus melemah terhadap dolar AS. 
Ringkasan Berita:
  • Purbaya mengklaim kondisi ekonomi masih kuat pemerintah masih memiliki anggaran cukup untuk menjalankan roda pemerintahan meski rupiah terus melemah terhadap dolar AS.
  • Hari ini dolar AS diperdagangan di level Rp17.823,65 per dolar dan kurs transaksi Bank Indonesia menetapkan dolar di posisi Rp17.877,94 Sabtu kemarin.
  • Prospek perekonomian RI masih aman dan pelemahan rupiah yang terjadi saat ini belum berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kondisi ekonomi masih kuat pemerintah masih memiliki anggaran cukup untuk menjalankan roda pemerintahan meski nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS.

Purbaya menyampaikan hal tersebut menjawab pertanyaan wartawan Al-Jazeera English di acara jumpa pers di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

"Dari sisi anggaran, kami sudah menghitung depresiasi rupiah pada level yang mendekati posisi saat ini. Jadi anggaran kami masih aman meskipun rupiah melemah ke level sekarang," kata Purbaya.

Hari ini dolar AS diperdagangan di level Rp17.823,65 per dolar. Sabtu, 30 Mei 2026 kemarin, kurs transaksi Bank Indonesia menetapkan dolar di posisi Rp17.877,94. 

Sementara di Pasar Spot, kurs rupiah terhadap dolar AS bergerak di rentang Rp17.823,65 hingga Rp17.900 per dolar.

Purbaya bilang saat ini kementerian yang dia pimpin fokus pada proses penguatan ekonomi domestik yang diyakini akan segera membaik.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebab, secara teori apabila kondisi ekonomi di dalam suatu negara kuat, maka nilai mata uang negara tersebut juga akan menguat.

"Secara teori, ketika Anda memiliki ekonomi yang kuat, mata uang Anda pada akhirnya juga akan menguat, bukan? Saat ini saya fokus memastikan bahwa ekonomi domestik akan terus tumbuh kuat dalam jangka menengah, jangka pendek, maupun jangka panjang," kata Purbaya.

Baca juga: Rupiah Melemah, Pemangkasan Distribusi Makan Bergizi Gratis Dinilai Langkah Realistis Jaga Fiskal

Purbaya bilang, pertumbuhan ekonomi Indonesia disebut lebih tinggi bahkan dibandingkan negara anggota G-20.

Itu sebabnya, prospek perekonomian RI masih aman, bahkan Purbaya mengklaim, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini belum berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

"Pertumbuhan ekonomi kita jauh lebih cepat dibandingkan banyak negara lain. Bahkan di kelompok G-20, kita berada di posisi kedua setelah India. Jadi prospek ekonomi kita kuat, dan pelemahan rupiah belum menimbulkan dampak yang menghambat aktivitas ekonomi kita," kata dia.

Baca juga: Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Bank Indonesia Beberkan Biang Keroknya 

Purbaya juga meyakini dalam waktu dekat akan banyak investor asing yang berinvestasi ke Indonesia dan rupiah akan rebound dalam waktu dekat ini.

"Pada akhirnya hal itu akan memperkuat mata uang secara hampir otomatis, karena saya percaya para investor, terutama investor FDI (Foreign Direct Investment atau investasi langsung dari asing) dan investor asing lainnya, akan tertarik berinvestasi di negara yang menawarkan prospek pertumbuhan paling menjanjikan di kawasan," tandas Purbaya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas