Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Rupiah Pekan Ini Bisa Tembus Rp18.150 per Dolar AS

Pelemahan rupiah masih disebabkan geopolitik di Timur Tengah, di mana draf kesepakatan antara Iran-Amerika Serikat belum menemukan titik kesepakatan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Rupiah Pekan Ini Bisa Tembus Rp18.150 per Dolar AS
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
PERGERAKAN RUPIAH - Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di money changer DolarAsia, Jakarta Selatan. Nilai tukar rupiah di pasar spot pagi tadi dibuka Rp17.853 per dolar AS menguat 0,16 persen dibanding penutupan Jumat (29/5/2026) di level Rp17.881 per dolar AS. 

Jika imbal hasil aset berbasis dolar tetap tinggi, investor akan meminta premi risiko yang lebih besar untuk menahan aset berdenominasi rupiah. 

Kedua, kredibilitas kebijakan Bank Indonesia menjadi kunci penting. 

Kenaikan suku bunga acuan ke level 5,25 persen menunjukkan komitmen BI dalam menjaga stabilitas, namun pasar masih menunggu konsistensi komunikasi dan efektivitas intervensi yang dilakukan. 

Ketiga, kinerja sektor eksternal perlu diperkuat mengingat pertumbuhan impor saat ini lebih cepat dibandingkan ekspor. 

Di sisi lain, surplus neraca perdagangan juga mulai menyempit dibandingkan tahun sebelumnya. 

Keempat, persepsi risiko terhadap Indonesia turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar. 

Syafruddin mencatat credit default swap (CDS) tenor lima tahun yang berada di kisaran 90 basis poin serta yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun sekitar 6,7% menunjukkan pasar masih meminta kompensasi risiko yang relatif tinggi. 

Rekomendasi Untuk Anda

Kelima, kualitas kebijakan fiskal akan menjadi faktor penentu dalam menjaga kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. 

“Belanja pemerintah harus memperkuat produktivitas, ekspor, dan basis penerimaan negara agar rupiah memperoleh dukungan fundamental yang lebih kokoh,” ucap Syafruddin dikutip dari Kontan.

Syafruddin memperkirakan rupiah akan bergerak pada rentang yang lebih lemah, yakni Rp 17.900 hingga Rp 18.400 per dolar AS pada semester II-2026. 

Titik tengah proyeksinya berada di kisaran Rp 18.150 hingga Rp 18.250 per dolar AS.

 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas