Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

IHSG Pagi Ini Melesat 1,85 Persen ke Level 6.240

Adapun nilai transaksi investor di pasar saham senilai Rp379 triliun, dengan melibatkan 3,66 miliar lembar saham.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in IHSG Pagi Ini Melesat 1,85 Persen ke Level 6.240
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
IHSG MENGUAT - Pengunjung melihat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. IHSG dibuka pukul 09.00 WIB ke level 6.210,00 dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya 6.127,38. 
Ringkasan Berita:
  • IHSG dibuka menguat dan hingga pukul 09.10 WIB melonjak 1,85 persen atau 113,15 poin ke level 6.240,53.
  • Sebanyak 330 saham menguat, sementara nilai transaksi mencapai Rp379 miliar dengan volume 3,66 miliar saham.
  • Analis menilai pergerakan IHSG masih dibayangi pelemahan rupiah yang berpotensi memicu aksi jual investor asing, terutama pada saham perbankan besar.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melesat ke zona hijau pada perdagangan Selasa (2/6/2026).

Mengutip data Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka pukul 09.00 WIB ke level 6.210,00 dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya 6.127,38.

Hingga pukul 09.10 WIB, IHSG masih mengalami penguatan hingga 1,85 persen atau 113,15 poin ke level 6.240,53.

Baca juga: IHSG Dibayangi Merosotnya Nilai Tukar Rupiah, Investor Asing Masih Angkat Kaki

Sejak dibuka hingga pukul 09.10 WIB, IHSG bergerak pada rentang 6.183,17 hingga 6.242,52.

Adapun nilai transaksi investor di pasar saham senilai Rp379 triliun, dengan melibatkan 3,66 miliar lembar saham.

Ada 330 saham menguat, 265 saham melemah, dan 364 saham stagnan.

Rekomendasi Untuk Anda

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menyampaikan, dalam jangka pendek pergerakan IHSG masih dibayangi depresiasi rupiah.

Menurutnya, pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi penguatan dolar AS, dinamika geopolitik global, dan repatriasi dividen investor asing.

“Jika pelemahan rupiah berlangsung agresif, biasanya diikuti aksi jual bersih investor asing,” katanya.

Nafan menambahkan, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar berpotensi menjadi penekan utama IHSG karena memiliki bobot dominan dalam indeks.

Meski demikian, ia menilai fundamental sektor perbankan domestik masih cukup solid dengan margin bunga bersih dan permodalan yang tetap kuat.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas