BPDP Buka Pendaftaran 5.000 Beasiswa SDM Sawit 2026 Mulai Besok
Usia maksimal penerima beasiswa 23 tahun. Pembukaan penerima beasiswa sawit tahun ini dibuka mulai 3 sampai 20 Juni
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Sanusi
Ringkasan Berita:
- Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) akan membuka pendaftaran Program Beasiswa SDM Sawit Tahun 2026 untuk 5.000 calon mahasiswa bekerja sama dengan 42 perguruan tinggi negeri dan swasta.
- Usia maksimal penerima beasiswa 23 tahun dan embukaan penerima beasiswa sawit tahun ini kita buka mulai 3 sampai 20 Juni, dilanjutkan dengan seleksi administratif 2-24 Juni 2026.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) akan membuka pendaftaran Program Beasiswa SDM Sawit Tahun 2026 untuk 5.000 calon mahasiswa bekerja sama dengan 42 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia.
Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian, Dr. Iim Mucharam mengatakan, jumlah kuota beasiswa ini naik dari tahun 2024 yang sebanyak 4.000 orang dan merupakan angka penerima beasiswa terbesar sejak pertama kali program ini dilaksanakan.
"Usia maksimal penerima beasiswa 23 tahun. Pembukaan penerima beasiswa sawit tahun ini kita buka mulai 3 sampai 20 Juni, dilanjutkan dengan seleksi administratif 2-24 Juni, seleksi wawancara dan atau akademik 23 Juli sampai 29 Agustus," ungkap Dr. Iim Mucharam di konferensi pers di gedung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Baca juga: BPDP Dorong Perempuan Eksplorasi Potensi Luas Produk Turunan Sawit
Dia mengatakan, program ini telah dijalankan sejak 2016 oleh BPDP dan total penerima program Beasiswa SDM Sawit dari seluruh Indonesia saat ini mencapai 13.000 mahasiswa berasal dari keluarga petani sawit, pekerja hingga ASN di bidang perkebunan sawit.
"Tujuan beasiswa ini untui mencetak SDM yang siap kerja di bidang sawit dan dijalankan sejak 2016 oleh BPDP bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan sejumlah perguruan tinggi untuk mendukung keberlangsungan industri kelapa sawit," ungkapnya.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mohamad Alfansyah mengatakan, program beasiswa ini akan terus ada selama BPDP berdiri.
"Tugas BPDP menghimpun, mengelola dan menyalurkan dana perkebunan. Dana yang dihimpun disalurkan untuk pengembangan sumber daya manusia sawit, penelitian dan pengembangan sawit, peremajaan kebun sawit, program sarana dan prasarana," ujarnya.
Kebutuhan SDM di ekosistem sawit dalam Piramida dimulai dari posisi general manager, manajer, asisten kepala, asisten kebun, asisten 1 hingga mandor panen yang mencapai ratusan orang dengan level pendidikan mulai dari D1 hingga D2 dan S1.
"Kita memberikan beasiswa S1, D1 hingga D24 untuk mengisi kebutuhan SDM dalam piramida kebutuhan SDM kebun kelapa sawit" bebernya.
Program studi beasiswa S1 mencakup Agroteknologi, Agribisnis, Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Sementara, untuk beasiswa level D1 sampai D4 mencakup 12 pilihan kompetensi.
Total dana tersalurkan untuk program beasiswa ini sejak 2016 mencapai Rp1,36 triliun. Sementara total lahan sawit di Indonesia saat ini mencapai 7,58 juta hektare.
Terkait mekanisme penyaluran beasiswa, pihak perguruan tinggi melakukan permohonan kerjasama ke BPDP dan kemudian diseleksi.
Beasiswanya sendiri mencakup biaya hidup, tempat tinggal dan uang buku. Di penyelenggaraan pendidikan, beasiswa mencakup biaya SPP, seragam, Bintalfisbun, praktikum, praktek lapangan, tugas akhir, wisuda, biaya transportasi pergi pulang dari tempat tinggal asal, biaya sertifikasi.
Baca juga: Mulai Hari Ini, Ekspor Sawit, Batu Bara dan Ferro Alloy Lewat Satu Pintu DSI
Direktur Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE) Bekasi Ir. St. Nugroho Kristono, M.T. mengatakan, sinergi antara dunia pendidikan dan industri menjadi faktor penting dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja dan relevan dengan kebutuhan sektor perkebunan.