Dolar AS Kian Perkasa, Rupiah Ditutup Ambruk ke Level Rp17.839
Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bahkan sempat menyentuh titik terendah dengan pelemahan hingga 85 poin.
Penulis:
Rizki Sandi Saputra
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Selian itu, Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026.
"Adapun secara tahun kalender (year-to-date/ytd) inflasi tercatat sebesar 1,35 persen dan secara bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,28 persen," kata dia.
Lebih jauh, berdasarkan laporan S&P Global, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia naik ke level 50,0 pada Mei 2026, setelah terkontraksi ke 49,1 pada April 2026.
Kendati menunjukkan sinyal positif, sektor industri di RI kata dia, masih dibayangi tekanan biaya bahan baku yang melonjak dan gangguan pasokan yang menahan laju produksi.
"Berdasarkan laporan S&P Global, posisi PMI pada Mei mengindikasikan kondisi operasional manufaktur yang stabil setelah sempat mengalami kontraksi pada bulan sebelumnya," kata dia.
"Perbaikan terutama ditopang oleh peningkatan permintaan domestik yang mendorong kenaikan pesanan baru selama 2 bulan berturut-turut. Kenaikan pesanan baru pada Mei menjadi yang tercepat sejak Februari," sambung Ibrahim.
Kemudian, BPS merilis surplus neraca perdagangan Indonesia masih berlanjut hingga April 2026 meski ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global belum mereda.
Tak cukup di situ, kinerja ekspor nonmigas, terutama dari sektor industri pengolahan, menjadi penopang utama surplus perdagangan nasional.
"Surplus neraca perdagangan secara kumulatif Januari-April 2026 mencapai 5,64 miliar dolar AS. Neraca perdagangan Indonesia telah mengalami surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," kata dia.
Dirinya lantas menyarankan agar pemerintah terus memperkuat pasar domestik untuk meredam guncangan yang datang dari kebijakan-kebijakan tak terduga Donald Trump di masa depan.
"Jika harga energi terus naik akibat konflik Iran, maka biaya produksi di dalam negeri akan membengkak," pungkas Ibrahim.
Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah bakal bergerak fluktuatif, namun diprediksi ditutup melemah direntang Rp17.840- Rp17.900 per dolar AS.