Kementan: Indonesia Masih Kekurangan 1 Juta Lebih Sapi Perah untuk Swasembada Susu
Target yang dicanangkan oleh pemerintah yakni Indonesia memiliki paling tidak 2 juta ekor sapi perah yang tersebar di seluruh wilayah.
Penulis:
Rizki Sandi Saputra
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Kementan mencatat populasi sapi perah nasional saat ini sekitar 540.657 ekor, dengan lebih dari 90 persen berada di peternakan rakyat.
- Untuk mencapai swasembada susu, pemerintah menargetkan populasi sapi perah mencapai sekitar 2 juta ekor.
- Pemerintah mendorong impor sapi perah dan pengembangan peternakan di luar Jawa, namun penyerapan susu oleh industri masih menjadi kendala.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian RI menyampaikan, Indonesia saat ini berupaya mencapai swasembada susu yang dihasilkan dari sapi perah milik peternak rakyat maupun industri.
Kendati begitu, upaya tersebut dinilai tidak mudah, sebab populasi sapi perah di Indonesia masih kurang dari target untuk mencapai swasembada susu tersebut.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun menyebut, saat ini jumlah populasi sapi perah di seluruh Indonesia hanya mencapai 540 ribu ekor lebih.
Baca juga: Dukung Program MBG, Wakil Menteri Pertanian: Investasi Sapi Perah Kejar Swasembada Susu Nasional
"Sapi perah kalau kita lihat populasi kita saat ini itu tercatat sekitar 540.657 ekor dengan lebih dari 90 persen ini adanya di peternakan rakyat kan kalau industri kan tidak banyak yang punya sapi perah," kata Makmun saat konferensi pers Hari Susu Nusantara, di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Sementara kata Makmun, guna mencapai swasembada susu secara nasional, Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi populasi sapi perah.
Adapun target yang dicanangkan oleh pemerintah yakni Indonesia memiliki paling tidak 2 juta ekor sapi perah yang tersebar di seluruh wilayah.
Sehingga kata Makmun, jika dihitung pada kondisi saat ini, Indonesia masih membutuhkan setidaknya 1 juta lebih ekor sapi perah guna menghasilkan susu dalam jumlah yang maksimal.
"Jadi target kalau mau swasembada lebih kurang kita butuh sapi itu sekitar populasi 2 juta, sekarang 540 ribu lebih berarti masih sekitar 1 juta lebih yang kita perlukan," ucap dia.
Oleh karena itu, pemerintah saat ini sedang mencari cara guna mencapai target populasi 2 juta ekor sapi perah tersebut, salah satunya dengan melakukan impor sapi perah dari berbagai negara.
Tak hanya itu, pemerintah juga mendorong agar semakin banyak peternak yang berminat untuk mengembangbiakkan sapi perah.
"Dan kita berharap ke depannya itu di setiap pulau-pulau besar itu juga ada peternakan sapi ini, sapi perahnya kalau sekarang kan fokusnya di Pulau Jawa ada sedikit di Pulau Sumatera tapi kan tidak banyak," kata Makmun.
Meski demikian, Makmun juga mengakui adanya kendala yang membuat para peternak memiliki minat yang kurang dalam beternak sapi perah.
Salah satunya kata dia, karena kurang kuatnya penyerapan susu sapi oleh industri di beberapa wilayah khususnya di luar pulau Jawa.
"Kendala yang selama ini ada adalah industri nya, jadi sama lah, teman-teman industri bilang (wilayah) ini belum ada sapinya, teman-teman (peternak) sapi perah bilang nanti kalau kita produksi, seperti dulu di salah satu Kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan dulu ada sapi perahnya, lumayan, tapi karena di hilirnya tidak kuat akhirnya lama-lama hilang," tandas dia.