Bursa Saham Lanjutkan Tren Ambrol, IHSG Turun 3,81 Persen Jebol Level 6000
Penurunan tajam ini menunjukkan aksi jual yang masih mendominasi pasar, membuat indeks komposit terlempar jauh ke bawah level psikologis 6.000.
Penulis:
Bobby W
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Pasar modal Indonesia mengalami tekanan sangat berat dengan anjloknya IHSG sebesar 3,81 persen hingga terlempar ke level 5.959,42 akibat masifnya aksi jual
- Pelemahan ini juga menyeret turun indeks utama lainnya termasuk indeks LQ45, IDX80, hingga kelompok saham syariah JII
- Di tengah pelemahan, saham-saham berkapitalisasi besar seperti TPIA, BBCA, dan DSSA tetap mencatatkan nilai transaksi hingga triliunan rupiah, yang mengindikasikan adanya perombakan portofolio besar-besaran oleh para investor.
TRIBUNNEWS.COM - Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tekanan berat pada perdagangan hari Rabu (3/6/2026) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi acuan utama bursa saham nasional belum mampu keluar dari zona merah dan justru melanjutkan tren pelemahan yang signifikan.
Berdasarkan data perdagangan sore, IHSG ditutup anjlok hingga 3,81 persen atau berada di level 5.959,42.
IHSG sendiri adalah sebuah indeks saham yang mengukur kinerja pergerakan harga dari seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam konteks pasar modal, indeks komposit seperti IHSG berarti angka indeks tersebut dihitung dengan menggabungkan semua saham perusahaan publik yang terdaftar di bursa baik saham biasa maupun saham preferen.
Penurunan tajam ini menunjukkan aksi jual yang masih mendominasi pasar, membuat indeks komposit terlempar jauh ke bawah level psikologis 6.000.
Indeks Utama Kompak Memerah
Pelemahan yang terjadi pada IHSG ini, turut menyeret turun seluruh indeks sektoral dan indeks utama lainnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saham-saham berkapitalisasi besar dan paling likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tercatat mengalami pukulan yang lebih keras.
Indeks LQ45 anjlok sebesar 4,27 persen ke posisi 592,85.
Kondisi serupa juga terlihat pada indeks IDX80 yang merosot tajam 4,70 persen ke level 89,22.
Bahkan, tekanan jual yang masif juga sangat terasa pada kelompok saham syariah, di mana Jakarta Islamic Index (JII) memimpin kejatuhan dengan koreksi yang sangat dalam, yakni mencapai 6,06 persen.
Indeks lain seperti KOMPAS100 dan INFOBANK15 juga tidak luput dari koreksi, masing-masing melemah di atas 3,5 hingga 4,4 persen.
Hal ini mengindikasikan bahwa kepanikan pasar merata di hampir seluruh sektor, mulai dari perbankan hingga industri dasar.
Baca juga: Rupiah Makin Ambruk ke Level Rp17.966, Besok Bakal Tembus Rp18.030 per Dolar AS
Dinamika Perdagangan Sepanjang Hari
Jika melihat pergerakan grafik sepanjang hari, laju IHSG nyaris tidak diberikan ruang untuk bernapas.
Sejak pembukaan perdagangan di pagi hari, grafik terus menunjukkan tren menurun atau downtrend yang cukup curam.