Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Jeritan Warga soal Kenaikan Harga Pertamax: Gaji Stagnan Tapi Harga BBM Sadis 

Kenaikan harga Pertamax membuat masyarakat mengeluh lantaran tidak diiringi dengan penghasilan bulanan dari bekerja di sebuah restoran.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Masyarakat dikagetkan dengan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi Pertamax Rp16.250 dan Pertamax Green menjadi Rp17.000 mulai Rabu (10/6/2026).
  • Kenaikan harga yang cukup signifikan membuat masyarakat mengeluh lantaran tidak diiringi dengan penghasilan bulanan dari bekerja di sebuah restoran.
  • Masyarakat berharap agar Pemerintah bisa mencari solusi agar kenaikan harga bisa dikontrol supaya masyarakat tidak terbebani.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat dikagetkan dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi Pertamax yakni menjadi Rp16.250 dan Pertamax Green menjadi Rp17.000 mulai Rabu (10/6/2026).

Kenaikan harga yang cukup signifikan tersebut membuat sejumlah masyarakat yang menggunakan BBM jenis itu mengeluh lantaran tidak diiringi dengan penghasilan bulanan dari bekerja di sebuah restoran.

"Aduh, ini Pertamax naiknya sadis banget sih ya. Udah berapa persen sendiri itu, dari 12.300 sampai sekarang ke 16.250 ya. Ini makin menjerit nih rakyat nih," kata Ari Kurniawan saat ditemu Tribunnews.com di SPBU Pertamina kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu pagi. 

 

 

Rekomendasi Untuk Anda

Apalagi, salah satu sepeda motor miliknya memang sudah menggunakan BBM non-subsidi sejak lama. Hal ini mengingat kompresi kendaraannya yang cukup tinggi.

Namun karena ada kenaikan harga yang cukup tinggi, Ari mengaku terpaksa untuk beralih mengisi BBM kendaraannya ke Pertalite meski ia khawatir mesin sepeda motornya akan mendapatkan masalah.

"Kalau untuk saat ini kayaknya bakal pindah ke Pertalite dulu deh. Pertalite dulu," ucapnya terpaksa.

Baca juga: Komentar Warga Sukoharjo hingga Bekasi soal Harga Pertamax, Dwi: Bensin Naik Ongkos Harian Ikut Naik

Ia juga mengkhawatirkan dengan naiknya BBM bersubsidi ini bisa berdampak pada sektor lainnya seperti bahan pokok.

Apalagi penghasilan dari bekerja yang stagnan sehingga menurutnya tidak ada keseimbangan di saat adanya kenaikan BBM non-subsidi ini.

"Ya pasti ngaruh banget lah. Masa BBM naik, gaji nggak naik. Harusnya kita ada kenaikan gaji juga lah daripada BBM doang yang naik. Semua-muanya pasti naik," tuturnya.

Untuk itu, ia berharap agar Pemerintah bisa mencari solusi agar kenaikan harga ini bisa dikontrol supaya masyarakat tidak terbebani.

"Ya semoga segera diperbaikilah Pak keadaan negara nih Pak. Kayak Rupiahnya semoga bisa membaik seperti kemarin-kemarin. Jangan di angka 18.000 begini Pak. Aduh mencekik nih Pak rakyat," ucapnya.

Baca juga: Pertamax Naik! Cek Harga BBM Pertamina di Seluruh Provinsi per 10 Juni 2026, Sumbar Tembus Rp17.000

Sementara itu, pengguna Pertamax lainnya yakni Sulaiman mengaku juga tak menyangka kenaikan harga itu mencapai sekitar Rp4.000 dari harga sebelumnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas