Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Pemilik Warung Makan Padang dan Warteg Keluhkan Naiknya Harga Bahan Pokok

Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamax series turut dikeluhkan pemilik usaha rumah makan padang dan warteg di Jakarta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pemilik Warung Makan Padang dan Warteg Keluhkan Naiknya Harga Bahan Pokok
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
SEPI PEMBELI - Nursamsiah (51) pengusaha warung makan padang di Jalan Baung Raya, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2029). Nursamsiah mengeluhkan naiknya harga bahan pokok naik dan turunnya daya beli warga. 
Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi Pertamax series turut dikeluhkan pemilik usaha rumah makan padang dan warteg di Jakarta.
  • Harga beberapa bahan utama untuk warteg seperti sayuran dan bumbu sudah naik harga.
  • Pemerintah segera mengevaluasi harga BBM nonsubsidi yang saat ini sangat tinggi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi Pertamax series turut dikeluhkan pemilik usaha rumah makan padang dan warung tegal (warteg) di Jakarta.

Menurut mereka kenaikan harga BBM ikut mengerek harga bahan pokok.

Atun, pengelola Warteg Berkah di Jalan Baung Raya, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026) mengatakan, harga beberapa bahan utama untuk warteg-nya seperti sayuran dan bumbu sudah naik harga.

"Pengaruh, pengaruh pasti ada, kaya cabai, bawang putih," kata Atun. Atun juga mengeluhkan, pembeli yang berkurang dan perubahan pembeli yang kini lebih memilih menu dengan pilihan harga lauk yang lebih murah.

"Udah mulai berkurang yang beli. Kadang ada yang minta Rp8.000 (per porsi) tapi tetap saya layani," kata dia.

Hal senada juga diutarakan Nursamsiah, pengusaha warung makan padang yang berlokasi tidak jauh dari Warteg Berkah yang juga mengeluhkan naiknya harga bahan pokok.

Ditemui tadi pagi menjelang pukul 10.00 WIB, Nursamsiah mengatakan, lonjakan harga bahan pokok sudah terjadi jauh sebelum kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Udah lama ini pada naik. Ini (dengan kenaikan BBM  nonsubsidi) pasti makin berpengaruh," kata Samsiah. Konsumen di warung makannya belakangan juga lebih berkurang meski dia menyediakan menu hemat Rp13.000.

Baca juga: Siasati Mahalnya Pertamax, Pemilik Kendaraan di Bandung dan Bojonegoro Pindah ke Pertalite 

"Ini udah ada menu Rp13.000 tapi pembeli udah jarang juga, biasanya jam segini sudah ramai yang beli. Udah dari sebulanan ini, setelah harga apa tuh, plastik naik, pokoknya yang  beli udah mulai turun," kata dia 

Dia berharap pemerintah bisa turun tangan dan segera mengevaluasi harga BBM nonsubsidi yang saat ini sangat tinggi. Dia khawatir ini akan kembali mengerek harga bahan pokok.

"Diperhatiin lah itu harga, diturunin lagi, kasihan rakyat kecil," kata Samsiah.

Baca juga: Antrean di Sejumlah SPBU Daerah Usai Harga Pertamax Naik, Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite

Sejak Rabu lalu PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi untuk produk Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamax Green.

Harga Pertamax (RON 92) naik jadi Rp16.250 dari sebelumnya Rp12.300 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas