Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

IHSG Dibuka Menguat 1,54 Persen, Indeks Nikkei dan Kospi Meroket

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan pagi ini dibuka menguat tajam 1,54 persen atau 90,716 poin ke level 5.976,748.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in IHSG Dibuka Menguat 1,54 Persen, Indeks Nikkei dan Kospi Meroket
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
IHSG DIBUKA MENGUAT - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan pagi ini dibuka menguat tajam 1,54 persen atau 90,716 poin ke level 5.976,748. Sebanyak 401 saham menguat, 96 saham melemah, dan 164 saham bergerak stagnan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan pagi ini dibuka menguat tajam 1,54 persen atau 90,716 poin ke level 5.976,748.
  • Sebanyak 401 saham menguat, 96 saham melemah, dan 164 saham bergerak stagnan.
  • Sejumlah indeks saham di bursa Asia juga menguat pagi ini, Indeks Nikkei Jepang melonjak 4,3 persen dan Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 8,3 persen.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan pagi ini dibuka menguat tajam di atas 1 persen, Jumat (12/6/2026).

Penguatan IHSG pagi ini sejalan dengan tren penguatan di sejumlah bursa saham di Asia ditopang oleh sentimen positif pasar atas peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Berdasar data RTI, hingga pukul 09.04 WIB, IHSG naik 1,54 persen atau 90,716 poin ke level 5.976,748. Sebanyak 401 saham menguat, 96 saham melemah, dan 164 saham bergerak stagnan.

Volume perdagangan pagi ini mencapai 1,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,3 triliun. Seluruh indeks sektoral berada di zona hijau dan menjadi penopang penguatan IHSG.

Ada tiga sektor dengan kenaikan tertinggi yakni IDX Basic yang naik 2,75 persen, IDX Industry menguat 2,36 persen, dan IDX Energy bertambah 2,13 persen.

Di indeks saham LQ45, penguatan terbesar dicatatkan oleh PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang naik 4,76% ke Rp 308. Selanjutnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menguat 4,42% ke Rp 6.500 dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 3,94% ke Rp 1.715. 

Rekomendasi Untuk Anda

Saham yang masih melemah diantaranya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang turun 2,28% ke Rp 2.570 dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang melemah 0,83% ke Rp 600.

Saham-saham Asia ikut serta dalam reli global pada 12 Juni karena harapan kesepakatan perdamaian Timur Tengah dapat terwujud. Sementara dolar AS dan imbal hasil obligasi turun dan harga minyak jatuh ke level terendah dua bulan, meredam kekhawatiran inflasi.

Baca juga: Update Harga Emas Batangan Hari Ini: Antam 1 Gram Rp2.689.000 Galeri 24 Rp 2.663.000

Indeks Nikkei Jepang melonjak 4,3 persen, sementara saham-saham sektor sumber daya Australia naik 1,8 persen. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 8,3 persen.

Indeks Straits Times Singapura ikut serta dalam reli, naik 1,1 persen pada pukul 09.06 pagi.

Semalam, Wall Street mengalami reli dengan tiga indeks utama mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak 8 April ketika Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara. Nasdaq naik 2,5 persen, dibantu oleh ekspektasi debut pasar yang kuat dari SpaceX milik Elon Musk.

Pasar berharap ada kesepakatan damai dalam perundingan antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Timur Tengah. 

Kamis kemarin Presiden AS, Donald Trump mengklaim kesepakatan damai dengan Iran berpeluang bisa ditandatangani paling cepat akhir pekan ini karena negosiasi telah mencapai tingkat tertinggi dalam struktur kepemimpinan Iran dan mendapat dukungan dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Kenaikan BI Rate dan Yield SBN, Strategi Memperkuat Rupiah di Tengah Gejolak Ekonomi

Kepala Strategi Valuta Asing National Australia Bank Ray Attrill menilai, peluang tercapainya kesepakatan kini terlihat lebih nyata dibandingkan sebelumnya.

"Jika muncul sinyal positif dari Iran, probabilitas tercapainya kesepakatan damai bisa meningkat secara signifikan," ujarnya dikutip Reuters.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas