Erwin Aksa: Ruang Fiskal Harus Dijaga di Tengah Berbagai Program Prioritas
Koperasi Desa Merah Putih berpotensi memperkuat ekonomi desa apabila dikelola secara profesional, transparan, dan terintegrasi
Editor:
Sanusi
"Gibran Raka Bullshit, #MenujuIndonesiaBangkrut, Rupiah Turun Prabowo Kapan?" demikian tulisan pada spanduk.
Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI Albani Ilmi menjelaskan, massa yang berjumlah sekitar 1.000 orang direncanakan bergerak menuju Bundaran HI untuk menggelar aksi unjuk rasa.
Keberangkatan dijadwalkan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB.
Albani menjelaskan ada 5 tuntutan utama yang dibawa, sebagai berikut:
- Meminta pemerintah menghentikan pemborosan anggaran APBN.
- Menuntut penurunan harga BBM dan harga kebutuhan pokok.
- Meminta pemerintah memberhentikan program-program populismenya seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Koperasi Desa Mawar Putih.
- Menuntut penghentian militerisme di ranah sipil.
Meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahan dan menyadari kekeliruan yang telah terjadi.
"Kami melihat bahwa dari sektor fiskal, moneter, dan pasar modal ini, Indonesia sedang menuju krisis ekonomi," kata Albani.
Albani menilai bahwa Indonesia sedang menuju krisis ekonomi dan berada dalam kondisi bahaya, yang dilihat dari tiga sektor utama: fiskal, moneter, dan pasar modal.
BEM UI menuntut agar pemerintah segera mengakui dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah terjadi.
Aksi kali ini ditegaskan bukan sebagai akhir, melainkan sebagai langkah awal untuk memantik semangat perjuangan, pergerakan, serta menyadarkan masyarakat mengenai kondisi bangsa saat ini.