Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Jaga Harga Pangan Stabil, Mentan Amran: Mohon Kepala Daerah Perbanyak Pasar Murah

Pemerintah mendorong perluasan pasar murah melalui Bulog dan ID FOOD untuk menjaga stabilitas harga beras, ayam, dan telur.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jaga Harga Pangan Stabil, Mentan Amran: Mohon Kepala Daerah Perbanyak Pasar Murah
HO/IST
INFLASI BERAS - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, harga beras relatif stabil dalam dua tahun terakhir sehingga tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi nasional. 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Amran menyebut beras tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi nasional dalam dua tahun terakhir, dengan inflasi Mei 2026 hanya 0,38 persen.
  • Pemerintah mendorong perluasan pasar murah melalui Bulog dan ID FOOD untuk menjaga stabilitas harga beras, ayam, dan telur.
  • Di sisi petani, NTP dan indeks harga yang diterima petani padi mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, harga beras relatif stabil dalam dua tahun terakhir sehingga tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi beras secara bulanan cenderung terkendali. Setelah sempat mencapai 3,59 persen pada Mei 2024, inflasi beras terus menurun dan berada pada level yang lebih stabil. Terbaru, inflasi beras pada Mei 2026 tercatat hanya 0,38 persen.

"Kita syukuri bahwa beras tak lagi menjadi penyumbang utama (inflasi) 2 tahun terakhir. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Mendagri (Tito Karnavian) atas support-nya selama ini," kata Amran dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Baca juga: Lonjakan Harga Pangan di Daerah setelah BBM Naik, Ketahanan Pangan Nasional Diuji

Untuk menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen, Amran meminta pemerintah daerah memperbanyak pelaksanaan pasar murah bersama Perum Bulog dan ID FOOD.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya membantu menjaga harga beras tetap stabil, tetapi juga dapat menyerap produksi telur dan daging ayam dari peternak yang saat ini harganya relatif rendah.

Rekomendasi Untuk Anda

"Beras juga, kami mohon seluruh gubernur, bupati, wali kota Indonesia, kalau perlu dengan Bulog, kita aktifkan pasar murah. Beras, ayam, telur. Kalau ayam dengan telur, ini terendah, sangat murah. Kalau bisa, Bulog membantu dan juga ID FOOD dengan pasar murah supaya menjadi offtaker dari telur dan ayam," terang Amran.

Program pasar murah yang dijalankan pemerintah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) tercatat telah dilaksanakan sebanyak 5.308 kali di 37 provinsi dan lebih dari 350 kabupaten/kota sejak Januari hingga awal Juni 2026.

Senada dengan Amran, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan adanya kabar baik. Menurut Tito, komoditas beras saat ini tidak termasuk komoditas penyumbang inflasi nasional secara bulanan sebagaimana yang dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Good news-nya adalah bahan pokok yang utama seperti beras, itu tidak masuk dalam komoditas penyumbang utama (inflasi) month to month (secara bulanan). Beras itu biasanya yang menjadi penyumbang utama, itu yang menjadi concern dan kebutuhan utama masyarakat. (Sekarang) relatif cukup baik dijaga," kata Mendagri Tito.

Meskipun begitu, Mendagri Tito tetap mengingatkan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) mingguan untuk beras masih bergerak dinamis. Seperti dalam laporan BPS, IPH beras sampai minggu kedua Juni masih berada di tingkat yang sedang. Sementara IPH yang tinggi dialami produk pangan hortikultura.

"Bawang merah nomor satu (IPH tertinggi). Cabai merah, cabai rawit, bawang putih, (tapi) bukan kebutuhan-kebutuhan utama. (Komoditas) yang memang menjadi tinggi adalah bawang merah, cabai merah, cabai rawit, bawang putih tapi ini bukan komoditas utama, bukan makanan utama," papar Tito.

"Beras memang ada beberapa daerah yang naik (IPH), tapi naiknya sedikit 116 kabupaten kota. (IPH beras) yang turun juga ada 50 kabupaten kota. (Jadi) good news-nya, beras bagus," tambah Mendagri Tito Karnavian.

Kendati tingkat inflasi beras cukup rendah di sisi hilir tidak menandakan kesejahteraan petani yang terhimpit. Menurut data BPS, indeks Nilai Tukar Petani (NTP) secara umum pada Mei 2026 meraih indeks tertinggi dalam beberapa tahun terakhir di 127,73. 

Sementara indeks NTP Tanpa Perikanan juga semakin tinggi hingga telah menyentuh 128,49 pada Mei 2026. Indeks NTP Tanpa Perikanan tersebut meningkat drastis terhadap rekor sebelumnya yang pernah mencapai 126,11 di Desember 2025.

Begitu pula, indeks NTP Subsektor Tanaman Pangan yang pada Mei berada di 113,79 dan menjadi indeks tertinggi di tahun 2026 ini. Untuk lebih spesifik lagi, indeks harga yang diterima petani padi di Mei 2026 pun juga semakin bergerak positif menjadi 147,97 dan merupakan yang tertinggi dalam 7 tahun terakhir.

 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas