Tiga Strategi Kementerian ESDM Percepat Hilirisasi Minerba
Pemerintah perlu mempercepat hilirisasi minerba yang berkelanjutan agar memperoleh nilai tambah lebih besar dari sumber daya mineral.
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Pemerintah perlu mempercepat hilirisasi minerba yang berkelanjutan agar memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari sumber daya mineral yang dimiliki.
- Pemerintah juga perlu mempercepat penerapan teknologi yang lebih bersih guna meningkatkan daya saing industri nasional di tengah perkembangan ekonomi rendah karbon.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus mendorong penguatan pengelolaan sumber daya mineral dan batu bara (minerba) untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok mineral kritis dunia dan mempercepat transisi energi bersih.
Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Cecep Mochammad Yasin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya mineral Indonesia melalui tiga langkah utama.
Pertama, mempercepat hilirisasi minerba yang berkelanjutan, sehingga Indonesia dapat memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari sumber daya mineral yang dimiliki.
Kedua, mempercepat penerapan teknologi yang lebih bersih guna meningkatkan daya saing industri nasional di tengah perkembangan ekonomi rendah karbon.
Ketiga, memastikan pengelolaan sumber daya mineral dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap mengedepankan prinsip Good Mining Practices dan keberlanjutan lingkungan.
Menurut Cecep, tantangan global yang ada saat ini, seperti ketegangan geopolitik memang berada di luar kendali Indonesia.
Akan tetapi, pemanfaatan peluang yang muncul akibat perubahan tersebut sepenuhnya bergantung pada strategi yang diterapkan di dalam negeri.
Baca juga: Masyarakat Adat Uji UU Minerba ke MK, Persoalkan Pergeseran Peran Negara
"Ketegangan geopolitik mungkin berada di luar kendali kita, tetapi bagaimana Indonesia memanfaatkan peluang yang muncul dari perubahan tersebut sepenuhnya berada di dalam kendali kita," ujarnya di acara diskusi Mineral Kritis Indonesia di Tengah Krisis Energi Dunia di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok mineral kritis dunia dengan didukung oleh kekayaan sumber daya alam, kebijakan yang tepat, tata kelola yang kuat, hingga kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"Dengan sumber daya yang melimpah, kebijakan yang tepat, tata kelola yang kuat, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, saya meyakini Indonesia mampu menjadi pemain utama dalam rantai pasok mineral kritis dunia sekaligus memperkuat kedaulatan energi nasional," ujarnya.