Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

113 Orang Meninggal dalam Sehari, Iran Catatkan Kematian Tertinggi

Sejumlah aktivis melawan wabah mengkritisi pemerintah Iran dan menuntut penanganan Covid-19 lebih baik.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Sri Juliati
zoom-in 113 Orang Meninggal dalam Sehari, Iran Catatkan Kematian Tertinggi
AFP
Sejak awal Maret 2020, kota Suci Mashhad berada dalam zona merah virus corona. 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah aktivis melawan wabah di Iran mengkritisi pemerintah setempat dan menuntut penanganan Covid-19 lebih baik.

Pada Minggu (15/3/2020), mereka menyebut, wabah ini telah membanjiri fasilitas kesehatan di Iran.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan ada 113 kasus kematian baru.

Angka ini adalah akumulasi korban jiwa dalam waktu satu hari.

Dilansir Al Jazeera, jumlah tersebut merupakan lonjakan kematian tertinggi di Iran sampai saat ini.

Sehingga total pasien di Iran yang meninggal akibat corona adalah 724 jiwa.

Masifnya pertumbuhan pandemi corona di Iran membuat publik mempertanyakan transparansi pemerintah.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal ini merujuk pada kemampuan pengendalian dan tingkat epidemi sesungguhnya.

"Jika hal ini terus berlanjut, kapasitas tidak akan cukup," jelas pemimpin gerakan melawan wabah, Ali Reza Zali.

Baca: Cegah Corona, Begini Cara Erick Thohir dan Para Menteri Gelar Rapat

Baca: Cegah Corona, Menteri Tjahjo: sebagian ASN Boleh Bekerja di Rumah

Iran diyakini memiliki 110.000 tempat tidur rumah sakit di seluruh negeri.

Sebanyak 30.000 di antaranya dialokasikan ke Ibu Kota Teheran.

Beberapa waktu lalu, pemerintah Iran sudah berjanji akan mendirikan klinik keliling untuk mengakomodasi kebutuhan warga.

Sementara itu, Zali mengaku, sebenarnya kebanyakan korban meninggal akibat Covid-19 adalah orang yang sebelumnya sehat.

Pernyataan ini berlawanan dengan pengakuan pemerintah, wabah corona hanya akan beresiko tinggi pada lansia.

Namun, perkataan Zali ini diamini oleh data dari Kementerian Kesehatan Iran.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas