Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi Belum Berpikir Lockdown, Ahli Sebut Social Distancing Lebih Penting

Para ahli menyebutkan, social distancing dinilai lebih penting dibanding lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Jokowi Belum Berpikir Lockdown, Ahli Sebut Social Distancing Lebih Penting
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020). 

Ia pun meminjam istilah yang sering digunakan pecinta alam untuk menerapkan social distancing.

Baca: 85 Persen Pasien Corona di China Sembuh karena Obat Tradisional

Baca: KRONOLOGI Karyawan CIMB Niaga Positif Corona, Kini Sudah Membaik

Yakni, jangan meninggalkan jejak apapun itu.

Sama halnya dengan Jeff Martin, Dosen Departemen Kesehatan Publik dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, juga mengungkapkan social distancing penting dilakukan.

Dikutip dari Kompas.com, ia bahkan menilai tindakan social distancing lebih penting dibanding lockdown.

"Saya tidak bisa menjawab dengan pasti (kapan harus dilakukan social distancing), tapi satu jawaban tentatif yang selalu saya berikan adalah 'The sooner the better' (semakin cepat semakin baik)," tegasnya.

"Ini masa yang penuh ketidakpastian. Kita tidak punya data, sebuas apa virus ini di Indonesia."

"Tapi kalau kita lihat apa yang sudah terjadi di negara-negara lain, China, Italia, Jerman dan negara-negara lain; kita bisa cukup percaya diri menyimpulkan (bahwa) Indonesia tidak akan terlalu berbeda," tambah dia.

Spanyol resmi melakukan penguncian secara nasional. Spanyol adalah negara Eropa kedua yang melakukan lockdown ini.
Spanyol resmi melakukan penguncian secara nasional. Spanyol adalah negara Eropa kedua yang melakukan lockdown ini. (Youtube Sky News Australia)
Rekomendasi Untuk Anda

Dilansir Tribunnews yang mengutip Kompas.com, lockdown sendiri bukan hanya tak boleh keluar rumah, melainkan dalam cakupan lebih besar.

"Lockdown itu tak boleh keluar, kemudian disarankan aktivitas di rumah."

"Tapi itu wilayahnya lebih luas, kota, tempat-tempat bisnis. Pembatasan aktivitas luar," ujar Kepala Bidang Media dan Opini Publik Kementerian Kesehatan, Busroni.

Tak hanya Panji, Dokter Nafsiah Mboi SpA, MPH yang merupakan mantan Menteri Kesehatan, juga mengimbau untuk secepatnya melakukan social distancing.

Ia menyebutkan, cara ini bisa melibatkan pemerintah daerah, seperti dinas kesehatan setempat hingga puskesmas.

Tujuannya adalah untuk mensosialisasikan cara mencegah corona sampai ke akar.

"Kalau masyarakat sudah mengerti apa yang harus dia lakukan sampai ke akar rumput, saya kira itu akan banyak sekali dampaknya."

"Sebelum lockdown dan sebagainya," tandasnya, mengutip Kompas.com.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas