Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

VIRAL Curhatan Mahasiswa Suspect Corona: Tak dapat Tempat Tidur, 'Berkerumun' di Ruang Isolasi

Baru-baru ini, curhatan seorang pasien yang dinyatakan suspect corona, viral di media sosial.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in VIRAL Curhatan Mahasiswa Suspect Corona: Tak dapat Tempat Tidur, 'Berkerumun' di Ruang Isolasi
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Seputar Virus Corona 

TRIBUNNEWS.COM - Baru-baru ini, curhatan seorang pasien yang dinyatakan suspect corona viral di media sosial.

Curhatan tersebut ditulis oleh Muhammad Fachri Muchtar di akun Twitter pribadinya, @fmuchtar_, Senin (16/3/2020).

Hingga Selasa (17/3/2020), cuitan tersebut telah diretweet lebih dari 50 ribu orang dan disukai lebih dari 81 ribu orang.

Kepada Tribunnews.com, Fachri Muchtar membenarkan curhatan yang ia tulis adalah kisah nyata yang ia alami.

Mulanya, ia mengaku resah dengan kondisinya saat ini sebagai pasien suspect Covid-19.

Di laman Twitter pribadinya itu, ia kemudian menceritakan pengalamannya sebagai pasien di salah satu Rumah Sakit di Jakarta.

Fachri Muchtar
Curhatan mahasiswa saat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta sebagai pasien suspect corona.

Ia juga membagikan keresahannya soal wabah virus corona.

Rekomendasi Untuk Anda

"Baru aja semalam, gue dinyatakan sama dokter sebagai pasien suspect corona."

"Gejala yang gue alami ya demam, batuk, sesak nafas, pilek, sakit tenggorokan sama lemas," tulis @fmuchtar.

Ia mengaku, saat ini dirinya tengah menjalani karantina mandiri di rumah, setelah sebelumnya di rawat di ruang isolasi IGD.

Ia menceritakan, meski telah meminum obat-obat dari dokter, sakit sesak dan batuknya tak kunjung membaik.

Lantaran hal itu, pada Minggu (15/3/2020), Fachri memutuskan untuk pergi ke rumah sakit rujukan.

Sesampainya di rumah sakit yang menjadi rujukannya itu, ia langsung masuk ruang IGD untuk dilakukan pemeriksaan.

Mulai dari pertanyaan dari tenaga medis, cek darah hingga rontgen paru.

"Habis gue rontgen paru, gue dipindahkan ke ruang dekontaminasi, itu isinya orang batuk semua."

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas