Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Peneliti: Virus Corona Bisa Bertahan hingga 24 Jam pada Kardus dan 3 Hari pada Benda Plastik

Apabila virus menempel pada tembaga atau stainless steel, dapat dideteksi hingga empat jam. Jika virus menempel pada kardus akan bertahan 24 jam.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bunga Pradipta Pertiwi
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Peneliti: Virus Corona Bisa Bertahan hingga 24 Jam pada Kardus dan 3 Hari pada Benda Plastik
pixabay.com/iXimus
Ilustrasi Covid-19 - Jika virus menempel pada kardus akan bertahan selama 24 jam. Namun saat virus menempel pada benda plastik, justru akan lebih lama yakni selama tiga hari. 

TRIBUNNEWS.COM - Para ilmuan yang didanai oleh Amerika Serikat menemukan fakta baru tekait virus corona.

Virus corona (Covid-19) memiliki tingkatan yang hampir sama dengan virus terdahulu, yakni SARS.

Dikutip Tribunnews.com dari AFP, faktor-faktor lain seperti penularan antar manusia tanpa gejala sangat mungkin terjadi.

Inilah yang menyebabkan pandemi global ini jauh lebih besar dari wabah SARS tahun 2002-2003 silam.

ilustrasi virus corona
ilustrasi virus corona (freepik)

Baca: Covid-19 Jangkiti Sejumlah Publik Figur, Tom Hanks sampai Aktris James Bond

Baca: BREAKING NEWS: Daftar 3 Rumah Sakit Swasta yang Didedikasikan untuk Rawat Semua Kasus Covid-19

Para pakar dari Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Universitas California, Los Angeles dan Princeton menerbitkan makalah baru.

Makalah baru ini diterbitkan dalam New England Journal of Medicine (NEJM).

Apabila virus menempel pada tembaga atau stainless steel, dapat dideteksi hingga empat jam.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu jika virus menempel pada kardus akan bertahan selama 24 jam.

Namun jika virus menempel pada benda plastik, justru akan lebih lama yakni selama tiga hari.

Para pakar juga menggunakan nebulizer untuk melakukan simulasi batuk dan bersin.

Hasilnya, virus berubah menjadi aerosol yang partikelnya melayang di udara, dan terdeteksi hampir tiga jam lamanya.

Hasil studi penelitian ini pertama kali diunggah di situs medis pra-cetak pekan lalu sebelum ditinjau pakar sejawat lain.

Unggahan ini menarik perhatian termasuk kritik dari para ilmuwan lain yang mengatakan hal itu melebih-lebihkan.

Para kritikus mempertanyakan apakah nebulizer secara akurat bisa dikatakan meniru batuk dan bersin manusia?

Baca: Viral Kisah Dokter Handoko Gunawan Siap Mati Tangani Pasien Positif Virus Corona

Baca: Update: Sebaran 19 Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia di Indonesia

Perbandingan Covid-19 dengan SARS

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas