Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Repotnya Lockdown Diungkap Refly Harun, Ada Potensi Penimbun Makanan

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, mengungkapkan repotnya lockdown. Ia pun menyinggung akan ada potensi penimbun makanan dari kalangan atas.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ifa Nabila
zoom-in Repotnya Lockdown Diungkap Refly Harun, Ada Potensi Penimbun Makanan
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun dalam diskusi Menakar Kapasitas Pembuktian MK, di Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019). 

"Ya memang akhirnya memang dalam kondisi seperti ini, social distancing yang paling mungkin," ujar Refly.

"Tapi siapa tahu tiba-tiba coronanya sangat luar biasa, mau enggak mau kita lockdown juga," sambungnya.

Dalam distribusi kebutuhan pokok, personel TNI dan Polri harus dikerahkan lantaran merekalah yang menjadi garda depan.

Warga tak bisa lagi memesan makanan atau delivery melalui aplikasi lantaran petugas pengantar pastilah terkena dampak lockdown.

"Kita kan tidak bisa pesan makanan melalui jasa delivery, karena mereka di-lock juga," ungkap Refly.

Selain itu, ada potensi warga menimbun bahan kebutuhan pokok sebelum lockdown dilaksanakan.

Pihak yang berpotensi melakukan penimbunan adalah orang-orang menengah ke atas dengan daya beli yang tinggi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Artinya tidak akan ada suplai makanan ke kita, yang terjadi adalah sebelum di-lock, orang menimbun duluan," kata Refly.

Berikut video lengkapnya:

Solusi dari DPR

Anggota Komisi I DPR, Bobby Adhityo Rizaldi, menyebut jika lockdown menjadi pilihan terakhir, maka pemerintah bisa mengambil solusi peningkatan sense of crisis.

Dilansir Tribunnews.com, hal ini diungkap Bobby dalam tayangan Sapa Indonesia Pagi unggahan YouTube KompasTV, Senin (16/3/2020).

Sebelumnya, sudah tersambung warga dari berbagai daerah melalui telewicara yang mayoritas kurang setuju dengan opsi lockdown.

Bagi Bobby, wajar jika banyak masyarakat yang tidak setuju dengan lockdown lantaran akan menimbulkan permasalahan lain.

Yakni terbelenggunya hak-hak masyarakat, ditambah dengan masyarakat yang harus selalu berhadapan dengan aparat penertib yang bisa jadi ditugaskan selama lockdown.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas